Medan, KoranM24 – Jejak peradaban sebuah negeri merupakan bukti sejarah perkembangan wilayah yang merupakan bermula dari kampung hingga menjadi kota, selanjutnya terbentuk sistem pemerintahannya.
Sejarah terbentuknya Kota Medan yang ditetapkan pada 1 Juli, tanggal ini menurut hasil kajian yang dilakukan sejarawan, selanjutnya ditetapkan oleh Walikota Medan dalam sidang Paripurna DPRD pada tahun 1975.
Pilihan tanggal itu diambil, dimana Guru Patimpus bermukim diantara pertemuan Sungai Babura dengan Sungai Petani Deli yang diyakini pada tanggal 1 Juli 1590.
Kehadiran Guru Patimpus dari dataran tinggi Aji Jahe, Tanah Karo ke wilayah pesisir ini sendiri karena mendapat kabar atas adanya seorang yang memiliki kesaktian dan berilmu tinggi yang keberadaannya di Kampung Labuhan di tepian Sungai Petani Deli.

Menurut hikayat Hamparan Perak dengan perjalanan yang panjang, akhirnya Guru Patimpus bertemu dengan Ulama yang bermukim di Kampung Labuhan di tepian Sungai Petani Deli, bernama Syeh Said Muhammad Ibnu Attahir Al Jufri, selanjutnya dikenal dengan nama Datok Kota Bangun
Kala itu Guru Patimpus mengatakan, “seandainya Datok Kota Bangun kalah dalam beradu ilmu, maka Datuk Kota Bangun harus masuk ke dalam kepercayaan tradisionalnya, namun jika Datok Kota Bangun menang dalam pertarungan, maka Guru Patimpus lah yang akan masuk bersyahadat dan memeluk ajaran Islam”. Akhirnya Guru Patimpus mengalami kekalahan. Kisah ini dituliskan dalam Hikayat Hamparan Perak yang merupakan satu satunya sumber untuk menjelaskan keberadaan Guru Patimpus oleh Panita Penyusun Hari Jadi Kota Medan di awal tahun 1970-an.
Setelah menjadi murid dari Datok Kota Bangun dan mendalami ilmu agama, Guru Patimpus bersama pengikutnya diberikan tempat menetap oleh Datok Kota Bangun, di sekitar areal Sei Sikambing.

Catatan Sejarah mencatat, bahwa wujud Datok Kota Bangun yang tidak hanya legendaris, tapi merupakan tokoh spiritual. Sampai saat ini makamnya dimuliakan, namun sayangnya namanya seakan akan hilang dalam sejarah Kota Medan.
Makam Datok Kota Bangun menjadi tujuan para peziarah dan namanya disematkan menjadi Kelurahan Kota Bangun yang merupakan bagian dari Kecamatan Medan Deli.
Makam Datok Kota Bangun berada di jalan Speksi, Gang Keluarga II Kelurahan Kota Bangun, Kecamatan Medan Deli, berada di tepian Sungai Petani Deli.
Sedangkan menurut Prof Ichwan Azhari dalam kegiatan acara rembuk Melayu Sumatera Utara, menyampaikan, sebelum kedatangan Guru Patimpus, Medan, sudah berkembang sebagai pusat perniagaan, masa itu sebagai kosmopolitan, dibuktikan dengan banyak peninggalan artefak yang ada di wilayah sekitar Sungai Petani Deli.






