LABUHANBATU, KoranM24- Anyang Buas-Buas, merupakan kuliner tradisional khususnya bagi masyarakat Melayu Pesisir, di Sumatera Utara, seperti di Kabupaten Labuhanbatu, yang merupakan kawasan Kesultanan Bilah.
Adapun asal-usul dan sejarah singkat tradisi pesisir, makanan tersebut sudah ada secara turun-temurun sejak masa Kesultanan Melayu di pesisir Sumatra. Dulunya dan hingga kini, Anyang Buas-Buas, sangat identik pada bulan suci Ramadhan, atau juga disajikan pada hari-hari adat tertentu. Hidangan tersebut, bahkan sering dibuat bersama-sama atau secara gotong royong.
Karakteristik dan bahan-bahan dari pembuatannya diantaranya, menggunakan pucuk daun buas-buas yang memiliki aroma wangi khas dan tekstur lembut setelah direbus. Kemudian dicampur dengan kelapa sangrai (gongseng/serundeng), bawang merah, serai, cabai, ketumbar, dan perasan jeruk nipis.
Bagi masyarakat Melayu, tentunya tidak asing lagi dengan nama makanan khas/kuliner (anyang buas-buas), apalagi sangat identik disajikan disaat bulan Suci Ramadhan. Masyarakat Melayu, menyebutnya dengan sebutan Anyang.
Selain itu, ada juga yang namanya Anyang Pakis, yang juga merupakan keluarga anyang. Seiring perkembangan zaman dan keterbatasan tumbuhan, sehingga masyarakat membuat Anyang Pakis, dengan memodifikasi bahan lain seperti menggunakan daun paku/pakis) atau juga disajikan sebagai pelengkap hidangan khas seperti bubur pedas.






