Budaya

Masjid Agung Rantau Prapat, Jadi Saksi Sejarah Peradaban Kesultanan Melayu di Labuhanbatu

×

Masjid Agung Rantau Prapat, Jadi Saksi Sejarah Peradaban Kesultanan Melayu di Labuhanbatu

Sebarkan artikel ini
Masjid Agung Rantau Prapat, Kabupaten Labuhanbatu, Provinsi Sumatera Utara (foto: Tengku Fachrizal Husni/koranm24)

LABUHANBATU, KoranM24- Masjid Agung yang berada di Rantau Prapat, peninggalan dari kesultanan Bilah, merupakan saksi sejarah peradaban kesultanan Melayu, yang berpusat di Negeri Lama, di Kabupaten Labuhanbatu, Provinsi Sumatera Utara.
Melintasi jalan utama di Kota Rantau Prapat, tepatnya berada di jalan Jendral Ahmad Yani, tampak berdiri kokoh dan megah bangunan Masjid Agung Rantau Prapat. Dimana dalam catatannya, Masjid tersebut merupakan peninggalan dari Kesultanan Bilah.
Memasuki areal Masjid Agung Rantauprapat, melewati gerbang utamanya dan melawati gapura berkubah disisi kiri dan kanannya terlihat menara tinggi dengan corak atap berwarna hijau dengan arsitektur kubah yang unik.
Bangunan Masjid terlihat indah karena didominasi warna dasar putih dlapis hijau dan kuning emas dengan tiang tiang pondasi yang kokoh disetiap sudut koridor mesjid. Selain itu pada teras bangunan juga tampak hiasan ukiran didalam bangunan utama dengan bentuk kubah limas diatasnya.

Selain itu, bangunan Masjid memiliki pintu masuk di tiga sudutnya berwarna cat hijau dengan berbahan kayu pilihan. Memasuki pintu utama disarikan sejarah Masjid Agung Rantau Prapat, dibangun oleh Sultan Adil Bidar Alamsyahl V, dan dijadikan pusat syiar agama Islam di Rantau Prapat.
Masjid yang mempunyai luas lahan 75 x 80 meter itu, merupakan tanah wakaf dari kesultanan Bilah dan didirikan sekitar tahun 1933 dan selesai pada tahun 1934. Dimana Masjid tersebut merupakan saksi sejarah peradaban dari Kesultanan Melayu Bilah, di Kabupaten Labuhanbatu, yang berpusat di Negeri Lama.
Sehingga Pemerintah Daerah (Pemda) menetapkan Masjid Agung Rantau Prapat itu sebagai Masjid Agung, yang mana sebelumnya bernama Masjid Raya. Masjid Agung Rantau Prapat itu, dikelolah oleh Yayasan BKM Masjid Agung Rantau Prapat. Selain tempat rumah ibadah, juga digunakan untuk aktivitas pembelajaran ilmu agama bagi masyarakat dengan Rumah Tahfiz, hingga Muzzawad Tilawatil Quran.

 

Jadikan KoranM24 Sumber Berita Pilihan Kamu

Dapatkan update informasi terkini dan tepercaya langsung di halaman utama Google Kamu.