LABUHANBATU, KoranM24- Disamping harga perkilo nya relatif mahal hingga mencapai Rp 40.000/ons nya, ikan Gamak atau sering disebut ikan Raja, hanya ada di sungai Bilah, Kabupaten Labuhanbatu, sebanyak dua kali saat musim panen padi.
Sungai Bilah, tepatnya berada diwilayah Kabupaten Labuhanbatu, dimana pada masa lalu merupakan kesultanan yang ada diwilayah Sumatera Timur yang berpusat di Negeri Lama, yang memiliki Sumber Daya Alam, dari hasil laut yang berlimpah.
Menariknya, Negeri Lama yang berada di areal Sungai Bilah, disematkan sebagai Kota Gamak, dikarenakan memiliki potensi hasil Tltangkap Ikan Gamak, yang hanya ada di Kota Negeri Lama.
Ikan Gamak, merupakan jenis ikan kecil endemik atau khas yang hidup musiman di aliran Sungai Bilah, Kelurahan Negeri Lama, Kecamatan Bilah Hilir, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara.
Dikalangan masyarakat lokal, ikan tersebut sering disebut mirip dengan ikan teri dengan nama latinnyai Engraulidae, atau secara lokal masyarakat menyebutnya ikan teri sungai atau komoditas ikan kecil musiman.
Ikan Gamak, hanya ada disaat musim panen padi dan muncul hanya dua kali saja dalam setahun. Dimana para nelayan menangkap ikan Gamak, dengan cara ditangguk dengan jaring menyusuri aliran sungai Bilah, dengan menggunakan perahu.
Bagi masyarakat suku Melayu Bilah, ikan Gamak tersebut diolah menjadi hidangan yang nikmat dengan cara di gulai, pepes dan sambal goreng hingga menjadi hidangan menemani bersantap bersama keluarga.
Uniknya lagi, Ikan Gamak dijual dikisaran harga Rp 40.000/ ons nya. Sehingga sebagian orang menyebutnya ikan Gamak tersebut adalah si ikan Raja, dikarenakan harganya yang begitu mahal disebabkan ikan tersebut hanya ada sebanyak dua kali saja di Sungai Bilah, disaat musim panen padi tiba.






