Medan,KoranM24 – Kontruksi bangunan sebagai pusat perdagangan di beberapa tempat masih dapat ditemukan dengan struktur bangunan pertokoan bertingkat dua dan dibangun teras di lantai bawah berbentuk lorong panjang yang disediakan bagi pejalan kaki sepanjang pertokoan. Gaya bangunan pertokoan masa dulu lebih humanis, mewujudkan kepedulian pedagang terhadap pejalan kaki agar tidak terkena terik panas matahari dan tersiram air hujan saa melanda.

Corak Bangunan dengan arsitektur lama ini, berada di pusat perdagangan dan masih dapat ditemukan diantaranya kawasan Pekan Tanjung Pura, dengan model bangunan klasik yang masih dipertahankan oleh pemiliknya, dimana sebagian besar warga keturunan Tionghoa.
Struktur bangunan dan konsep pertokoan yang dibangun pada masa Hindia Belanda di seluruh penjuru wilayah sebagai pusat pusat perdagangan, memiliki bentuk yang sama, beberapa bangunan masih dapat ditemukan di Pusat-pusat perdagangan lama diantaranya dl kawasan Sei Rampah Kabupaten Serdang Bedagai, Lubuk Pakam dan Pancur Batu yang berada di Kab Deli Serdang.
Pemerintah Kota Medan telah menjadikan pusat perdagangan Kesawan sebagai kawasan heritage yang menjadi Objek Wisata Kota Tua dengan melakukan revitalisasi beberapa bangunan lama






