BACA JUGA:
Deliserdang, KoranM24 – Kasus dugaan pungli diduga dilakukan oleh oknum Kabid Kominfostan Deliserdang, berinisial PT, akhirnya berbuntut panjang dengan adanya bukti transfer.
Fakta tersebut dibeberkan Dharma Syaputra Purba, sebagai orang yang dimintai uang pungli oleh oknum Kabid Kominfostan berinisial PT.
“PT meminta uang sama saya dan anggota saya mengirimkan uang yang diminta senilai Rp 1 Juta kepada PT. Bukti transaksi elektronik transfer (TF) DANA milik PT, lengkap kok sama saya,”terang Dharma, kepada wartawan Koran M24, Jumat (1/5/2026).
Dikatakannya, jika PT, dengan secara paksa meminta uang sinilai Rp 1 Juta. Dirinya melakukan konfrensi Pers, berdasarkan adanya bukti yang jelas dan dapat dipertanggung jawabkan.
Untuk itu dirinya mendesak Bupati Deliserdang, Asri Ludin Tambunan, agar segera mengambil langkah dan tindakan tegas untuk segera mencopot pejabat dan ASN, yang melakukan pungli.
Informasi didapat Koran M24, barang bukti dugaan pungli uang senilai Rp 1 Juta itu tertulis pembelian : DANA dengan Nomor Handphone: 0813XXXXXXXX, Nama Pelanggan: DNI*PIT**X GOR**X MX TAM**XXX.
Dharma menyebutkan, sebelumnya seorang rekanannya (pemborong) juga mengaku dipungli dan merasa dirugikan setelah mengirim sejumlah uang senilai Rp 1 Juta, kepada oknum Kabid Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Kominfostan) Deliserdang berinisial PT. Sementara proyek yang dijanjikan tidak pernah terealisasi. Ironisnya, ketika dihubungi PT, tidak merespon.
“Jadi itu ada kegiatan (pekerjaan) masang-masang, cetak spanduk di Dinas Kominfostan yang biasa dikerjakan oleh anggota kita yang selama ini sebelum dia (PT), yang menjabat Kabid dibidang tersebut, tidak ada permintaan uang, namun setelah dia (PT) diangkat menjadi Kabid, ambil uang dengan janji kerjaan tersebut dilanjutkan oleh anggota saya, tidak dialihkan ke orang lain,”terang Dharma, Rabu (29/4/2026).
Dharma menuturkan, Semula dirinya menolak permintaan uang tersebut. Sebab, sebelumnya setiap kegiatan kegiatan tidak pernah memberikan uang. Dikarenakan berbagai pertimbangan dan pihaknya memerlukan pekerjaan, sehingga terpaksa mengirimkan uang melalui anggotanya.
“Lucunya setelah ditransfer uang itu ke rekening Dana dia, eh malah kerjaannya sama orang lain, ya jelas saya kecewa,”tuturnya.
Ketika disinggung PT, merupakan orang dekat Bupati Deliserdang, karena satu alumni SMA, dirinya sangat berharap Bupati Deliserdang, mengambil langkah tegas.
“Saya berharap bapak Bupati Deliserdang, mengevaluasinya dengan menindaknya. Kami yakin dengan ketegasan bapak Bupati dimana pejabat ketika ada menaikan harga sewaktu pasar murah bersubsidi kalau gak salah Rp 2.500 saja langsung dicopot, ini kita tunggu juga sikap tegas bapak Bupati. Supaya tidak ada lagi pejabat dilingkungan Pemkab Deliserdang yang seperti itu,”pintanya.
Sementara itu Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Kominfostan) Sandra Dewi Situmorang, ketika dikonfirmasi apakah dugaan permintaan uang (pungli) yang dilakukan oknum Kabid yang merupakan anggotanya tersebut, mantan Camat Pancur Batu itu mengatakan belum mengetahuinya.
” Saya belum terkonfirmasi terkait hal ini kepada yang bersangkutan, kalau soal ada dugaan penarikan uang saya juga belum mengetahuinya, saya rasa enggak ada sebab kami belum ada menjalankan proyek seperti baleho spanduk apalagi ini efisiensi anggaran, pun demikian nanti saya konfirmasikan kepada yang bersangkutan,” kata Sandra.
Terpisah, Kabid inisial PT, saat dikonfirmasi terkait dirinya meminta uang dengan janji pengerjaan proyek, hingga saat ini belum memberikan jawaban.







