BACA JUGA:
Medan, KoranM24 – Kuih disebut bagi orang Melayu, kini disebutkan kue. Salah satu hidangan pada Hari-hari besar, termasuk Kue Asidah, namun ada juga menyebutnya Rasidah, sedangkan di wilayah Kedah, Malaysia, mereka menamakan Kue Qasidah.
Kue Asidah dikenal semenjak abad 14, karena pada abad tersebut, sebagai jalur rempah dunia yang dibawa pedagang dari Timur Tengah, sekaligus dalam siar islam, menjadikan Nusantara Sentra Perdagangan Dunia, dimana tidak hanya dari Timur Tengah, tapi bangsa Eropah dan Asia Timur Raya.
Saat itulah Kue Asidah menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya dan dapat ditemukan pada acara adat dan hajatan.
Kue ini berbahan dasar tepung terigu, gula merah, mentega/minyak samin dan Rempah-rempah sebagai bentuk akulturasi budaya di Alam Melayu.
Hal yang unik dalam Kue Asidah, taburan bawang goreng diatas kue tersebut, menjadikan sensasi rasa yang menggugah selera saat mencicipinya.






