DaerahDeli SerdangKriminal

Terkait Tewasnya Bayi 3 Minggu. Warga: “Orang Tua Korban Disebut Pemakai Narkoba”

×

Terkait Tewasnya Bayi 3 Minggu. Warga: “Orang Tua Korban Disebut Pemakai Narkoba”

Sebarkan artikel ini
jenazah bayi saat berada di Puskesmas Batang Kuis. KoranM24/Fani Ardana

Deliserdang, KoranM24 – Orangtua yang diduga tega menganiaya anaknya yang bayi dan masih berumur 3 minggu di Desa Batang Kuis Pekan Kecamaran Batang Kuis Kabupaten Deli Serdang dikenal para tetangga sebagai orang tua yang kurang baik. Sang ayah disebut warga sebagai ayah yang kejam. Selain sering memukuli istrinya juga berani memukuli anaknya.

Sementara itu sang istri disebut kurang perhatian pada anaknya dan sering minta-minta ke tetangga. Dari cerita tetangga saat polisi datang ke rumahnya istrinya diduga juga terlibat melakukan penganiayaan terhadap sang anak. Keduanya disebut-sebut juga sebagai pengguna narkoba.

“Kalau istrinya ini takut kali sama suaminya, udah sering itu minta tolong karena dipukuli suaminya tapi saat suaminya dipukuli orang istrinya itu marah. Anaknya baru beberapa hari lahir pernah hidung anaknya itu dipukul makanya orang-orang sini marah dan geram juga lihat suaminya itu. Tapi itulah istrinya yang minta tolong tapi istrinya juga yang marah kalau suaminya dipukuli,” ujar Ali tetangga korban saat diwawancarai wartawan Jumat (1/5/2026)

Sementara itu Yusni tetangga lainnya mengatakan orangtua korban, ES(26) dan R (20) tinggal di dekat mereka baru sekitar 4 bulan. Disebut saat pindah dekat rumahnya kondisi perempuan masih hamil. Ia pun sempat merasa prihatin dengan kehidupan keluarga ini.

“Suaminya itu malas, kerjanya tukang tapi kadang diajak kerja pun nggak mau. Istrinya itu cinta kali walaupun sudah sering dipukuli. Rumah yang ditempati ini rumah orang lain, mereka nggak ngontrak cuma disuruh nempati saja. Kalau malam ya sering dengar berantam dan teriak. Kalau anaknya dianiaya ya kami nggak tau kapan cuma ya memang sering nangis dengar kami,” kata Yusni.

rumah sang bayi yang tewas di duga dianiaya orang tuanya. KoranM24/Fani Ardana

Tetangga lain menyebut kalau rumah yang ditempati pasangan suami istri itu juga bau. Kelakuan suami istri ini disebut juga pernah ditangani pihak desa. Hal ini lantaran selalu saja ada ulah yang dibuat keduanya.

“Istrinya itu nanti kadang minta-minta, minta air minumlah minta makan. Lebih sering minta-minta, mau minjam duit sama akupun pernah ya nggak aku kasih. Anaknya baru 2 hari lahir pernah aku mandikan karena udah bau, anaknya cantik lo makanya aku yang ngasih nama anaknya itu,” kata Saskia tetangga lainnya.

Status Hukum Belum Jelas Unit PPA Tertutup

Sementara itu Unit PPA Satreskrim Polresta Deliserdang belum memberikan keterangan atas kasus Pembunuhan bayi tiga Minggu tersebut. Padahal kedua orang tua bayi malang itu sudah di periksa dari Kamis (30/4/2026) hingga Jumat (1/5/2026). Wartawan pun masih menunggu apa hasil status hukum dari kedua orang tua terduga pelaku penganiayaan terhadap bayi perempuan semata wayangnya tersebut.

Saat dikonfirmasi KoranM24 via pesan WhatsApp terkait apa status hukum dari kedua orang tua bayi tersebut. Kanit PPA Sat Reskrim Polresta Deliserdang AKP.Hendri Ginting juga belum menjawab hingga berita ini dikirim ke redaksi.

Sebelumnya, Bayi perempuan berusia tiga Minggu diduga tewas tidak wajar dengan kondisi penuh lebam. Kejadian ini pun sempat menggegerkan warga Desa Batang kuis Pekan Kecamatan Batang kuis Kabupaten Deliserdang Kamis (30/4/2026) sekira pukul.13.00 WIB.

Informasi dihimpun KoranM24, Bayi malang tersebut merupakan anak dari kedua orang tua yakni Ibunya berinisial L (21) dan ayahnya belum diketahui namanya siapa, mereka membawa anaknya tersebut dalam keadaan tidak bernyawa ke Puskesmas Batang Kuis.

Kepala Puskesmas Batang Kuis drg.Hulwani saat dikonfirmasi KoranM24 Kamis via panggilan WhatsApp menyebutkan bahwa kedua orang tua dan warga membawa anaknya sudah dalam keadaan tidak bernyawa.

“Ada orang tua nya juga yang membawa anaknya ke Puskesmas dalam keadaan tidak bernyawa,makannya kami curiga badannya ada lebam lebam untuk pemeriksaan lebih lanjut , kami nelpon kades dan Kami inisiatif memberi tahu ke pihak Polisi” kata drg.Hulwani

Ia menyebutkan bahwa bayi tersebut lahir tanggal 7 april dan anak pertama pasangan suami istri tersebut.

“Anak pertama, 7 april kelahiran anaknya itu, Kalau luka lebamnya seperti apa, Kalau untuk spesifikasinya lebih lanjut sudah ditandatangani pihak Kepolisian dan pihak kepolisian sudah melakukan penyelidikan” kata Hulwani .

Sementara itu Camat Batang Kuis Beni Haryanto Tambunan saat dikonfirmasi terkait hal ini menyebut bahwa pihaknya melalui pemerintah Desa Batang Kuis pekan terus memantau perkembangan kasus tersebut.

” Pihak sekdes tadi siang di lokasi bang,  Infonya orang tuanya itu dari pekan baru dan berdomisilinya di Batang Kuis pekan, kalau gak salah ibu kandungnya usia 21 tahun dan anaknya sekitar tiga Minggu usianya, ya menurut laporan dari Desa pihak Puskesmas merasa janggal atas kematian anak bayi tersebut kemudian berembuk dengan desa dan memanggil pihak yang berwajib ” kata Beni Haryanto Tambunan.

Kemudian, bilang Beni Haryanto Tambunan pihak Polsek Batang Kuis dan Inafis Polresta Deliserdang datang melakukan penyelidikan.

“pihak Polsek bersama Inafis dari Sat Reskrim Polresta Deliserdang turun melakukan penyelidikan, Kalau motif kami tidak tahu bang itu pihak kepolisian yang tahu, dan bayi tersebut sudah dikebumikan ” pungkas Beni Haryanto Tambunan.

Sementara itu Kanit Reskrim Polsek Batang Kuis Ipda. Tabi’ul Hidayat membenarkan adanya dugaan kasus kematian bayi tidak wajar tersebut dan ditangani pihak PPA Satreskrim Polresta Deliserdang.

” Ia bang, saat ada yang memberi tahu peristiwa itu , kami langsung ke Puskesmas dan memberi tahu pihak Unit PPA Satreskrim Polresta Deliserdang untuk penyelidikan lebih lanjut” kata Ipda. Tabi’ul Hidayat.

Pihak Unit PPA Satreskrim Polresta Deliserdang sudah mengamankan kedua orang tua dari bayi malang tersebut guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Namun hingga berita ini dikirim ke redaksi Kanit PPA Satreskrim AKP. Hendri Ginting belum memberikan keterangan kepada KoranM24 saat dikonfirmasi.

Berulang kali di Konfirmasi via panggilan WhatsApp dan via pesan WhatsApp mantan Kasi Propam Polresta Deliserdang itu juga belum menjawab.