Budaya

Halua Langkat Warisan Budaya, Tradisi dan Adat Istiadat

×

Halua Langkat Warisan Budaya, Tradisi dan Adat Istiadat

Sebarkan artikel ini

Manisan buah adalah camilan manis yang terbuat dari buah-buahan yang diawetkan dengan gula, seringkali dengan tambahan rasa asam atau pedas, menjadikannya populer sebagai makanan ringan yang menyegarkan. Dan buah yang sering dijadikan manisan antara lain, kedondong, salak, pepaya muda dan jeruk.
Proses pengolahannya menggunakan gula dalam jumlah tinggi untuk mengawetkan buah dan memberikan rasa manis, namun konsumsi berlebihan tidak disarankan karena tinggi gula dan dapat berdampak pada kesehatan seperti diabetes atau obesitas.
 

Sejak dulu, masyarakat telah mengenal yang namanya “Manisan Halua”, secara kultur budaya manisan halua adalah khasanah budaya yang dimiliki oleh masyarakat melayu yang tersebar di wilayah Sumatera Timur, mulai Kabupaten Langkat yang terpusat di Kampung Stabat Lama, Hamparan Perak, Paya Geli Sunggal di Deli Serdang , Tanjung Selamat , Labuhan Deli Kota Medan, Serdang Bedagai, Tebing Tinggi, Batubara, Asahan, Tanjung Balai, Labuhan Batu, hingga Kota Pinang sampai ke Kepulauan Riau.

Manisan halua dimasa Kesultanan di Pesisir Timur yang terbentang dari Langkat hingga Riau, merupakan makanan yang dihidangkan saat pertemuan dan Hari besar di kalangan Kesultanan untuk dihidangkan kepada para tamu Kerajaan/Kesultanan masa itu.
Selanjutnya, pada tanggal 15 Desember 2025, Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, menetapkan Manisan Halua sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) yang dimiliki oleh Kabupaten Langkat dengan Nomor 509/WB/KB.00.01/2025 dan ditandatangani oleh Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, DR.Fadli Zon M.Sc.

Jadikan KoranM24 Sumber Berita Pilihan Kamu

Dapatkan update informasi terkini dan tepercaya langsung di halaman utama Google Kamu.