Deliserdang,KoranM24- Elemen Masyarakat mendesak, Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK), Kejaksaan Tinggi ( Kejati) Sumatera Utara atau Polda Sumut mengusut penggunaan anggaran negara sebesar Rp 1,5 Milyar pada proyek pembangunan gorong – gorong milik Dinas SDABMBK atau Dinas PU Kabupaten Deli Serdang. Pasalnya proyek itu diduga mangkrak dan malah mengakibatkan bahaya bagi masyarakat.

Seorang anak remaja SMP berinisial ZI jatuh saat kegiatan belajar olahraga dan tertusuk besi cor coran tali air yang pembangunannya tak tuntas. Akibatnya korban mengalami luka dibagian kepala. Akibat kejadian itu orang tua korban mendatangi pihak sekolah dan meminta perobatan. Mereka tak menyangka ada proyek pembangunan mangkrak milik pemerintah yang menjadi sumber bahaya bagi anaknya.
Menurut warga, proyek pembangunan parit gorong gorong itu dilakukan pihak PU Deli Serdang pada tahun 2025 kemarin, tak diselesaikan dibiarkan mangkrak.
” Dulu kata kontraktornya akan diselesaikan cepat tapi sampai saat ini tak terealisasi, malah dibiarkan mangkrak sampai membayarkan masyarakat,” kata Dedi warga Desa Sekip.
Terpisah, Pengurus Aliansi Masyarakat Anti Korupsi Sumut, Syarul Tanjung merasa prihatin dengan kinerja Pemkab Deli Serdang dalam melakukan proyek pembangunan dan mendesak dilakukan pengusutan oleh KPK, Kejaksaan ataupun Polda Sumut.
” Ini tak profesional, kalau membangun infrastruktur tanggung dengan alasan keterbatasan anggaran tidak usah dikerjakan, malah efeknya itu tidak baik, seperti swakelola yang dulu bermasalah. Kita desak aparat penegak hukum usut proyek ini,” pintanya, Senin (20/7/2026).
Sementara menanggapi hal ini, Kepala Dinas SDABMBK atau Dinas PU Kabupaten Deli Serdang, Janso Sipahutar dalam keterangan persnya mengatakan terkait proyek pengerjaan pembangunan tali air di Jalan Pantai labu, Dusun Sadar Barat, Desa Sekip, Kecamatan Lubuk Pakam yang belum selesai. Ia berjanji pengerjaan akan dituntaskan pada tahun 2026 ini.
Menurutnya, proyek tersebut sejak awal memang dikerjakan secara bertahap menyesuaikan kemampuan keuangan anggaran daerah. Tahap pertama selesai dikerjakan pada tahun 2025 kemarin sedangkan tahan kedua diselesaikan pada tender pekerjaan tahun ini juga.
Pembangunan dilakukan untuk memperlebar saluran air dengan kontruksi cor beton karena sebelumnya kondisi tali air dinilai masih sempit dan banyak sampah hingga fungsinya tidak maximal dapat mudah meluap dan menyebabkan banjir bila musim penghujan.
“Selain diperlebar, dibangun juga cor pada dinding saluran dan penutupnya agar terhindar dari sampah, ” pungkasnya.
Sebelumnya,pekerjaan proyek gorong gorong (tali air ) milik Dinas PU Deliserdang diduga mangkrak terletak di pekarangan sekolah SMP Perguruan PAB Wilayah 1 Lubukpakam, yang berada Jalan Pantai Labu, Dusun Sadar Barat, Desa Sekip, Kecamatan Lubukpakam Kabupaten Deliserdang. Akibat proyek mangkrak tersebut seorang pelajar kelas 9 SMP berinisal ZI terjebur menjadi korban akibatnya bagian kepala pelajar tersebut terluka tertusuk besi.
Hal itu dibenarkan Kepala Sekolah SMP Perguruan PAB Wilayah 1 Lubukpakam, Faridah Br Saragih, SPd, MPd, Jumat (17/7/2026) saat di konfirmasi wartawan.
Dijelaskannya, peristiwa yang menyebabkan adanya korban yang dialami siswanya itu bermula ketika siswa kelas 9 mengikuti mata pelajaran olahraga.
“Mereka (siswa, red) main Kasti. Pas bolanya masuk ke semak dengan bergelinding, korban lari untuk mengambil bola namun kepleset dan jatuh,kepala si ZI kena ujung besi gorong gorong tu pak dan mengeluarkan darah cukup banyak,”kata Faridah menceritakan peristiwa gorong gorong terbengkalai memakan korban.
Akibat peristiwa berdarah tersebut, orang tua siswa mendatangi dan meminta pertanggung jawaban. Pihak sekolah menanggung biaya perobatan korban karena kejadiannya diareal sekolah.
“Kami bawalah berobat Pak. Kejadianya disekolah kami, tak ada datang dari pihak kontraktor maupun dinas terkait. Akibat pekerjaan yang terlantar ini siswa kami jadi korban,” sebut Faridah dengan nada kecewa.
Kembali dijelaskan Faridah, pada Desember tahun 2025 lalu, Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kabupaten Deli Serdang melakukan perbaikan gorong gorong yang berada di perkarangan sekolah. Disebutkan, bawa gorong gorong yang ada saat ini sudah tidak mampu menampung debet air, terutama disaat hujan. Maka dilakukan perbaikan untuk memperbesar gorong gorong yang ada.
Puluhan Siswa Siswi SMAN 1 Lubukpakam Diduga Keracunan MBG. Tujuh Orang Diopname Di Klinik.
“Gorong gorong yang lama kecil, bila hujan akan membanjiri rumah warga. Komplek sekolah tak banjir, tapi kini sekolah kami uda mirip kubangan dan banyak kali lobang bekas galian dibiarkan terbuka,” keluh Faridah.
Padahal pihak kontraktornya berjanji akan segera secepatnya menyelesaikan perkerjaan perbaikan gorong gorong namun janji tersebut tidak pernah terealisasi hingga sampai saat ini.”Janji secepatnya diselesaikan tetapi nyatanya cuma janji kosong. Membuat sekolah kami jadi seperti habis diterjang banjir bandang, lobang lobang masih menganga ,besi besi menjulur, membahayakan bagi anak anak didik kami,”ungkap Faridah dengan nada kesal.






