Deli SerdangDaerahPeristiwa

Puluhan Siswa Siswi SMAN 1 Lubukpakam Diduga Keracunan MBG. Tujuh Orang Diopname Di Klinik.

×

Puluhan Siswa Siswi SMAN 1 Lubukpakam Diduga Keracunan MBG. Tujuh Orang Diopname Di Klinik.

Sebarkan artikel ini
siswa siswi terlihat di depan sekolah SMAN 1 Lubukpakam.

Deliserdang,KoranM24-Pihak SMA Negeri 1 Lubuk Pakam di Kabupaten Deli Serdang dikabarkan memulangkan puluhan siswa-siswinya karena sama-sama mengalami sakit perut dan bolak balik buang air besar (bab), Selasa (1/9/2026). Mereka sempat mendapat penanganan di ruang Usaha Kesehatan Sekolah (UKS). Belum diketahui secara pasti apa penyebab mereka mengalami sakit yang sama.

Salah satu siswi terlihat masih dalam perawatan di salah satu klinik.

“Iya tadi ramai di ruang UKS tapi kami cuma dengar saja ada yang sakit perut tapi sudah pulang. Tadi pagi itu (kejadiannya),” ujar salah satu siswi.
Kepala SMA Negeri 1 Lubuk Pakam, Fazli Mirwan yang dikonfirmasi KoranM24 mengakui informasi ini. Ia menyebut anak-anaknya itu datang ke UKS dengan keluhan sama yaitu sakit perut. Disebut tidak ada yang saat itu muntah-muntah.

“Keluhannya sama dan mereka mengeluhkannya mulai dari malam setengah 3. Kita nggak tau asal makanannya. Mulai dari jam 09:00 sampai jam 10:00 mereka ngeluh dan datang ke UKS. Setelah kami tangani di UKS kami suruh orangtuanya jemput. Ada sekitar 20 anak jugalah (yang sakit perut),” kata Fazli.
Fazli menyebut pada saat anak-anak mengalami sakit perut, Menu Makan Gizi Gratis (MBG) belum dibagikan karena baru datang. Ia tidak tahu apakah yang dialami oleh anak didiknya itu ada kaitannya dengan menu MBG satu hari sebelumnya atau tidak. Ia menyebut diwaktu yang sama sudah memanggil pihak pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
“Pihak SPPG kita panggil dan mereka langsung datang. Katanya mau diuji di lab dululah(menu makananan sebelumnya). Yang jelas anak-anak tadi sudah kami tangani di UKS karena takut dehidrasi atau sebagainya kami suruh jemput orangtuanya,” bilang Fazli.

Untuk menu MBG hari ini Fazli bilang tetap diberikan kepada anak didiknya. Disebut setelah dicek oleh para guru tidak ada sama sekali masalah. Total ada 1200 anak penerima manfaat dari sekolah ini.
Informasi yang dihimpun menu MBG ke SMA Negeri 1 Lubuk Pakam ini berasal dari SPPG Haru Raya 1 & 2 di Jln WR Supratman Pasar IV Lubuk Pakam. Saat awak media datang ke SPPG ini pihak keamanan membenarkan kalau SMA Negeri 1 termasuk salah satu sekolah yang mereka pasok MBGnya. Namun demikian tidak ada pihak yang saat itu bersedia memberikan keterangan.
“Nggak ada yang bisa di konfirmasi pak. Nomor kepala SPPG nya kami pun nggak tahu. Tapi memang dari sini MBGnya. Ini MBG punya orang Jakarta,” kata petugas Keamanan

*Tujuh Siswa Masih Opname*
Sebanyak tujuh orang siswi SMA Negeri 1 Lubuk Pakam di Kabupaten Deli Serdang dilarikan ke klinik karena sama-sama mengalami sakit perut, Rabu (2/9/2026). Mereka dirawat di 2 klinik yang berbeda. Saat ini mereka masih mendapatkan perawatan dari pihak klinik.
Informasi yang dihimpun enam orang siswi dirawat di klinik Daffina Jln Lubuk Pakam-Galang sementara 1 orang lagi dirawat di klinik Ira Medica Jln Ahmad Yani Lubuk Pakam. Sakit perut yang dialami oleh siswi SMA Negeri 1 Lubuk Pakam ini sudah dirasakan sejak satu hari sebelumnya tepatnya mulai Selasa dini hari. Mereka sebelumnya sempat mengkonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG) dari SPPG Haru Raya 1 & 2 di Jln WR Supratman Pasar IV Lubuk Pakam.

Pantauan KoranM24 sekira pukul 16:00 WIB pihak SPPG Haru Raya 1 & 2 sempat melihat kondisi anak-anak yang sakit perut di klinik Daffina. Kepala SPPG Haru Raya 1 & 2, Heriyanto menyebut ia datang untuk melihat bagaimana kondisi anak-anak. Ditegaskan dalam hal ini pihaknya siap menanggung biaya perobatan sampai sembuh.
“Total 7 orang semuanya (yang sakit perut dan dibawa ke klinik). Kalau yang di sini 6 orang dan 1 lagi di klinik lain dan ini saya akan lihat juga nanti. Ini saya harus ke Dinas Kesehatan dulu tapi karena dipanggil kita,” ujar Heriyanto.
Heri bilang pada Senin pagi menu MBG yang mereka hadirkan adalah nasi putih ayam gulai kuah ditambah buah semangka. Selain ke SMA Negeri 1 Lubuk Pakam menu MBG juga dikirim ke 8 sekolah lain. Sejauh ini ia pun heran mengapa cuma siswi di SMA Negeri 1 Lubuk Pakam saja yang ada mengalami sakit perut.

“Sembilan sekolah menunya sama nasi putih ayam gulai. Tapi yang jelas kita bertanggungjawablah. Kalau untuk sampel sudah kita kirim dan kita tunggulah ini apa hasilnya,” kata Heriyanto.
Nenek Sri yang cucunya adalah siswi SMA Negeri 1 Lubuk Pakam dan dirawat di Klinik Deffina mengaku terkejut saat mendapat kabar cucunya sakit. Ia mengaku sebenarnya mau datang ke rumah cucunya namun belum lagi sampai sudah dikabarin kalau cucunya dilarikan ke klinik Deffina. Terlihat kalau cucunya terlelap tidur di ruang pelayanan.
“Sakit perutnya mulai kemarin katanya cuma karena sudah agak enakan makanya pergi lagi kesekolah hari ini. Tadi pagi sakit lagi makanya dibawa ke sini. Saya tinggal di Beringin dan mau datang ke rumahnya di Pakam ini sebenarnya cuma belum lagi sampai dikabarin cucu masuk klinik. Disini bukan cucuku saja yang dirawat tapi ada yang lain juga rupanya,” kata Sri.
Pihak klinik Daffina sendiri melarang awak media untuk mewawancarai keluarga pasien. Kepala SMA Negeri 1 Lubuk Pakam, Fazli Mirwan yang dikonfirmasi satu hari sebelumnya mengakui banyak siswinya yang sakit perut bersamaan. Ia menyebut anak-anaknya itu datang ke UKS dengan keluhan sama yaitu sakit perut. Disebut tidak ada yang saat itu sampai muntah-muntah.
“Keluhannya sama dan mereka mengeluhkannya mulai dari malam setengah 3. Kita nggak tau asal makanannya. Mulai dari jam 09:00 sampai jam 10:00 mereka ngeluh dan datang ke UKS. Setelah kami tangani di UKS kami suruh orangtuanya jemput. Ada sekitar 20 anak jugalah (yang sakit perut),” kata Fazli.
Fazli menyebut pada saat anak-anak mengalami sakit perut, Menu Makan Gizi Gratis (MBG) belum dibagikan karena baru datang. Ia tidak tahu apakah yang dialami oleh anak didiknya itu ada kaitannya dengan menu MBG satu hari sebelumnya atau tidak. Ia menyebut diwaktu yang sama sudah memanggil pihak pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
“Pihak SPPG kita panggil dan mereka langsung datang. Katanya mau diuji di lab dululah(menu makananan sebelumnya). Yang jelas anak-anak tadi sudah kami tangani di UKS karena takut dehidrasi atau sebagainya kami suruh jemput orangtuanya,” bilang Fazli.
Untuk menu MBG hari ini Fazli bilang tetap diberikan kepada anak didiknya. Disebut setelah dicek oleh para guru tidak ada sama sekali masalah. Total ada 1200 anak penerima manfaat dari sekolah ini.
 

Jadikan KoranM24 Sumber Berita Pilihan Kamu

Dapatkan update informasi terkini dan tepercaya langsung di halaman utama Google Kamu.