Deliserdang, KoranM24 – Bocah berusia 3 tahun bernama Alrayan warga Desa Pasar V Kebun Kelapa Kecamatan Beringin Kabupaten Deli Serdang yang diduga menjadi korban penculikan Orang Tidak Dikenal (OTK) akhirnya dipulangkan ke rumahnya kembali.
Warga langsung heboh dan ramai-ramai mendatangi rumah korban. Warga pun sempat bertemu dengan kedua pelaku dan sempat emosi ingin menghajar pelaku, beruntung ada personil Polsek Beringin melerai dan menenangkan warga.
“Iya alhamdulillah sudah diantar korban ke rumahnya barusan. Yang ngantar itu pelaku dan sekarang pelakunya itu sudah dibawa ke Polsek,” ujar Kades Pasar V Kebun Kelapa, Sumantri saat dihubungi panggilan WhatsApp Kamis (23/4/2026) sekira pukul 17.50 WIB.
Dari informasi yang dihimpun KoranM24 saat mengantar korban, pelaku masih sempat senyum-senyum menjawabi pertanyaan warga. Pelaku yang mengaku sebagai warga Sei Buluh Kabupaten Serdang Bedagai mengakui kalau satu hari sebelumnya dirinyalah yang mengambil korban dari jalan. Belum diketahui secara pasti apa yang menjadi alasan pelaku membawa korban.
Saat itu banyak warga yang hampir tersulut emosi melihat ulahnya. Hal ini lantaran ulahnya membuat pihak keluarga korban cemas dan ketakutan. Ibu korban, Nurwahyuni langsung menangis histeris begitu melihat anaknya sudah kembali sampai ke rumah dalam keadaan sehat.
Sebelumnya kasus ini sudah dilaporkan pihak keluarga ke Polsek Beringin.
Informasi yang dihimpun korban diduga diculik, Rabu (22/4/2026) sekitar pukul 13.00 Wib. Saat itu ia sedang berada di rumah bersama nenek dan bibiknya. Sementara kedua orangtuanya, Leo Andika dan Nurwahyuni sedang pergi bekerja. Suasana sedih terasa di rumah korban.
Ibu korban, Nurwahyuni saat diwawancarai wartawan sempat terus-terusan menangis memikirkan anaknya. Ia memohon maaf pada siapapun jika mungkin ia dan suami punya kesalahan pada orang lain. Ia tidak mau kalau anak bungsunya yang malah disakiti.
“Saya mohon maaf pada siapapun kalau saya punya kesalahan tapi anak saya jangan disakitin. Tolong dikembalikan anak saya. Saya mohon sekali,” tangis Nurwahyuni.






