Daerah

Kereta Api Sultan, Jejak Peradaban Kesultanan Deli

×

Kereta Api Sultan, Jejak Peradaban Kesultanan Deli

Sebarkan artikel ini

Medan,KoranM24 – Kemashuran negeri Deli dengan hasil tembakau menjadikan Kesultanan Deli sebagai negeri yang makmur dan menjadikan tujuan investasi dari beberapa negara di tanah Deli dalam berbagai bidang.

Transportasi lintas negeri selain menggunakan angkutan laut, udara dan darat yang digagas oleh beberapa perusahaan yang bergerak di bidang industri, diantaranya industri Perkeretaapian yang di jalankan oleh Deli Spoorweg Maatschappij. .

Dalam laman Kereta Api Indonesia, Deli Spoorweg Maatschappij memberikan kepada Sultan Deli Kereta Api yang dinamakan Kereta Soeltan Deli 1, beroperasi sejak 28 September 1930, sedangkan Soeltan Deli 2 beroperasi pada 25 Januari 1932, selanjutnya pada tanggal 28 April 2006, Soeltan Deli 1 direnovasi dengan mengubah rangkaian badan serta interiornya.

Interior klasik, dimana permukaan kursi dilapisi kain berwarna emas lembut yang melambangkan kemewahan, kapasitas 18 orang, memiliki ruang rapat utama, ruang sholat, mini bar, kamar tidur dan kamar mandi, menjadikan Kereta Api Sultan menjadi transportasi ketika berkunjung ke beberapa wilayah di Sumatera Timur.

Lambang Kerajaan Sultan Deli pada kaca Kereta Api.

Pada beberapa sudut Kereta Api, Lambang Kesultanan Deli ditemukan di Kereta Api Sultan yang berwarna Hijau Putih dan Lambang Deli Spoorweg Maatschappij, juga tertera di Kereta Api Soeltan Deli.

Bukti peradaban dan kejayaan Melayu itu sebuah fakta sejarah dengan masih disimpannya, unit Kereta Api Soeltan, di Werkplat Deli Spoorweg Maatschappij, kemudian berganti nama Balai Yasa Pulu Brayan yang berada di Pulo Brayan Bengkel, Kecamatan Medan Timur, Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara.