KISARAN -KoranM24
Dinilai tidak beres dalam bekerja. Sejumlah aktivis Asahan meminta dan mendesak Kepala Dinas Pendidikan (Kadis Pendidikan) Kabupaten Asahan, Musa Al Bakrie untuk mundur dari jabatannya. Bahkan, aktivis meminta Bupati Asahan untuk mengevaluasi dan mencopot Musa dari jabatannya.
Desakan agar Kadis Pendidikan Asahan segera mundur dari jabatannya ,diminta oleh Ketua Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Asahan (GMPA), Wahyu Sirait pada wartawan.
Menurutnya, sejak kepemimpinan Musa sebagai orang nomor satu di Dinas Pendidikan Asahan. Dinas pendidikan dinilai bobrok mulai dari administrasi hingga pelayanannya.
“Sejak Musa Al Bakri menjadi Kadis. Dunia Pendidikan semakin semeraut. Sekolah banyak yang rusak. Mutu dan kualitas guru dan murid semakin menurun. Dana BOS diduga banyak di pungli. Siswa-siswi banyak yang tidak mendapatkan bantuan. Sehingga angka putus sekolah kian banyak di Asahan,”tegas Wahyu.
Permintaan agar Kadis Pendidikan Asahan agar segera mundur dari jabatannya, juga datang dari Ketua Generasi Muda Asahan (GMA)) Kabupaten Asahan, Dedi Kurniawan. Pada awak media ini, Dedi berharap agar Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin Siregar untuk segera mengevaluasi kinerja Kadis Pendidikan.
“Kami minta Bupati Asahan untuk mengevaluasi kinerja Musa Al Bakrie sebagai Kadis Pendidikan. Kalau bisa segera copot jabatannya. Sejak Musa jadi Kadis Pendidikan, dunia pendidikan bobrok dibawah kendalinya. Sudah layak Musa dicopot, “tegas Dedi K
Sementara, Arman Siregar aktivis mahasiswa Universitas Asahan (UNA) juga meminta dan mendesak Bupati Asahan untuk segera mencopot Musa Al Bakrie dari jabatannya.
Pasalnya, Kadis Pendidikan terkesan tidak mau tau dengan dunia pendidikan di Kabupaten Asahan. Sebab, masih banyak sarana sekolah yang rusak. Adanya indikasi pungli pada bantuan dana BOS.
“Sudah layak Kadis Pendidikan Asahan Musa Al Bakrie dicopot. Sejak dia memimpin. Tidak pernah ada prestasi dunia pendidikan. Malah banyak masalah sejak dia menjabat, “tegas Arman Siregar.
Terpisah, Kadis Pendidikan Asahan, Musa Al Bakrie ketika dikonfirmasi Koran M24 melalui WhatsApp,Senin (22/06) 2026) terkesan menghindar saat akan dikonfirmasi. Saat dikonfirmasi mengaku masih di Kantor DPRD. “Masih di DPRD. Nanti ya saya jawab, ” tulis Musa.
Begitu juga saat dikonfirmasi pada Selasa (23/06/2026) sekitar pukul 10:51 WIB, Musa terkesan menghindar dan tak mau membalas. “Kami lagi Rakorpem.Belum tau kapan siapnya. Masih berlangsung ini. Pokoknya pas kosong, aku telepon, ” tulis Musa dalam pesan WhatsApp.






