Deliserdang,KoranM24-Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Sumatera Utara (Sumut) bersama Satreskrim Polresta Deliserdang telah menggelar olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) lanjutan di lokasi pecahnya jendela kaca kamar Rumah Dinas (Rumdis) Wakil Bupati (Wabup) Deliserdang, Rabu (17/6/2026) terkait dugaan Teror penembakan kaca kamar tempat tidur Wabup Deliserdang Lom Lom Suwondo.
Informasi dihimpun KoranM24 di rumah dinas Wabup Deliserdang tersebut Jendela kaca kamar yang mengalami pecah menjadi barang bukti diamankan ke Polda Sumut untuk diteliti lebih lanjut. “Yang dibawah itu jendela kacahnya. Dibawah ke Labfor Polda,” kata Kanit Pidum Satreskrim Polresta Deliserdang Iptu Binnes Saragih, kepada Waspada, Rabu (17/6) usai menggelar olah TKP lanjutan.
Sementara Satreskrim Polresta Deliserdang juga telah memeriksa sebanyak 10 orang untuk diminta keterangannya. “Saksi 9 orang termasuk 10 sama (Wabup),” ujarnya.
Binnes belum dapat memastikan dugaan awal penyebab kaca Rumdis Wabup Deliserdang itu dikarenakan ditembak atau hal lainnya. “Masih dalam proses penyelidikan,” ucap Binnes.
Sebelumnya ,Rumdis Wabup Lom Lom Suwondo yang berada di komplek perkantoran Pemkab Deliserdang diduga ditembak Orang Tidak Dikenal (OTK), Minggu, (14/6).
Dugaan penembakan itu adanya pecahan kaca jendela kamar pribadi Wabup Lom Lom.
“Praduga adalah ditembak dari luar,” kata Wabup Lom Lom, kepada wartawan, saat mendampingi pihak Satreskrim Polresta Deliserdang melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), Senin (15/6/2026) malam.
Lom Lom meyakini, bahwa dugaan peluru nyasar sangat tidak mungkin dikarenakan posisi rumah dinas itu dikelilingi tembok yang tingginya 2,5 meter. “Kalau menurut saya kalau ini adalah peluru nyasar tidak mungkin karena, tembok melingkari rumah dinas cukup tinggi kurang lebih dua meter setengah. Kemungkinan besar ada motifnya intimidasi, mengganggu pejabat negara,” tegasnya.
Lom Lom pun berharap kepada pihak Polresta Deliserdang untuk dapat mengungkap kejadian ini.
“Harapannya saya ini perlu kita dalami dan kita cari agar perlakuan intimidasi ini jangan berlarut-larut,” harapnya.








