Deliserdang,KoranM24-Warga dua desa melakukan aksi unjuk rasa ke kantor Bupati Deli Serdang, Senin (27/7/2026). Massa berjumlah sekitar 100 orang dan berasal dari Desa Pertumbukan Kecamatan Galang dan Desa Tanjung Purba Kecamatan Bangun Purba. Mereka datang dengan menaiki tiga truk dan beberapa angkot. Mereka menuntut agar Bupati Deli Serdang,Asri Ludin Tambunan memberikan sanksi yang tegas kepada masing-masing Kepala Desa.
Ada beberapa hal yang saat itu dipersoalkan oleh massa. Selain pengelolaan dana desa dan Bumdes yang dianggap tidak transparan juga ikut dipersoalkan dugaan penganiayaan terhadap anak dibawah umur. Kasus dugaan penganiayaan ini sempat dilaporkan ke polisi beberapa tahun lalu namun tidak ada tindak lanjut lagi sehingga dipinta ada tindakan dari Bupati.
“Periksa kades kami, makin kaya dia. Kaya sendiri dia beli beli mobil,” teriak massa.
Saat itu beragam hal disampaikan oleh massa. Warga yang tidak pernah mendapat bantuan sosial juga ikut berteriak. Mereka semangat membentangkan spanduk dan poster yang bertuliskan beragam hal yang intinya meminta agar Bupati menindak 2 kepala desanya.
Pindo Saragih yang menjadi koordinator dalam aksi ini menyebut dua kasus yang saat ini mereka persoalkan sudah pernah disampaikan ke Pemkab 2024. Terkhusus untuk kasus dugaan penganiayaan terhadap anak dibawah umur juga pernah dilaporkan ke polisi. Namun sampai sekarang mereka sama sekali tidak ada mendapatkan perkembangan.
“Tuntutan kami warga desa tanjung Purba dan petumbukan cuma satu, penyelesaian masalah tahun 2024 mukul anak dibawah umur yang sampai sekarang kami gak tau pedsoalan itu sudah sampai mana. Kemudian masalah bumdes Tanjung Purba yang bekerjasama dengan pihak perusahaan di sekitar desa kami sampai sekarang kami gak tau penjelasannya berapa untung dan berapa ruginya. Selama ini nggak ada transparansi, masyarakat hanya jadi penonton,” kata Pindo.
Kasus dugaan penganiayaan oleh Kepala Desa Tanjung Purba, berinisial THP sempat mencuat pada 2024 dimana warga juga sudah sempat melakukan aksi demo ke kantor Bupati. Untuk yang kedua kalinya ibu korban, Legini Sipayung pun kembali datang dan ikut dalam barisan demo. Ia mengaku datang sengaja ke sini untuk meminta keeadilan.
“Gara-gara sepele katanya anakku makai air berlebihan (makanya anaknya dipukul). Saya minta keadilan, tindak itu kadesnya,” kata Legini.
Awalnya warga ngotot untuk bisa bertemu dengan Bupati langsung. Mereka sempat menolak aspirasinya diterima oleh pegawai. Dianggap pada 2024 pegawai yang menerima akhirnya tanpa ada kejelasan. Namun setelah dibujuk dan disebut Bupati tidak berada di tempat akhirnya massa pun diterima. Perwakilan massa diterima langsung oleh Plh Kaban Kesbang, Anwar Sadat Siregar dan Pihak Inspektorat. Disebut atas apa-apa yang telah disampaikan dijanjikan kasus ini akan ditangani dengan serius dan akan dipelajari dan ditelaah lebih dahulu.






