Deliserdang,KoranM24- Puluhan siswa Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Deli Serdang dilaporkan mundur setelah beberapa minggu menjalani masa pendidikan. Dinas Sosial Kabupaten Deli Serdang mencatat berbagai hal menjadi penyebab mengapa para siswa mundur dari sekolah ini. Meski semua biaya hidup digratiskan namun ada siswa yang rela untuk keluar karena tak kerasan.
“Ya kita tanya ada yang memang nggak bisa nggak dekat sama orang tua ada juga yang malah orang tuanya jemput karena nggak bisa jauh sama anaknya. Ada sekitar 20 orang juga itu yang sudah keluar sampai sekarang,” kata Kabid Perlindungan Jaminan Sosial Dinas Sosial Kabupaten Deli Serdang, Khairuddin Hariman Siregar Rabu (65/9/2026) via panggilan WhatsApp.
Tidak hanya itu, Khairuddin yang akrab disapa Rudi ini juga bilang faktor teman di kampung juga turut menjadi alasan mengapa ada yang akhirnya keluar dari sekolah. Tidak hanya SD, di semua jenjang termasuk SMP dan SMA juga terjadi hal yang sama. Kursi yang sudah kosong akan segera dicari penggantinya.
” Ini saya mau ke Hamparan Perak ini (ke Sekolah Rakyat) cek pengganti. Ya kan ada cadangan juga dan mau dibuat rapat pleno. Untuk penggantinya ini akan diplenokan bersama BPS, Kemensos, Inspektorat dan Dinsos Provinsi,” kata Rudi.
Rudi menambahkan untuk pengganti yang sudah keluar akan dicari dari aplikasi SETARA Kemensos. Dari aplikasi itu disebut nampak berapa banyak jangkauan anak. Untuk yang bisa masuk di Sekolah Rakyat ini diutamakan atau dipriotitaskan buat mereka yang berada di Desil 1 dan 2.
Meski terbangun megah namun lokasi SR di Kabupaten Deli Serdang di bangun di daerah Kawasan Desa Tandem Hilir 1 Kecamatan Hamparan Perak. Lokasinya jauh dari ibukota Kabupaten di Lubuk Pakam. Terhitung sampai saat ini baru sekitar 50 hari siswa berkumpul dan berada di lokasi sekolah.
Para siswa mulai berkegiatan di lokasi ini pada 30 Juli lalu. Mereka masuk lebih lama dari siswa-siswa di sekolah lain. Hal ini lantaran gedung yang dibangun saat awal masuk ajaran tahun baru belum rampung keseluruhan






