Kriminal

Satu Dari Tiga Komplotan Pelaku Begal, Tewas Dengan Kondisi Kepala Pecah

×

Satu Dari Tiga Komplotan Pelaku Begal, Tewas Dengan Kondisi Kepala Pecah

Sebarkan artikel ini
Satu pelaku tewas dengan kondisi kepala pecah di lokasi kejadian (foto: Ist/ koranm24)

MEDAN, KoranM24 Satu dari tiga pelaku begal di Jalan Marelan Raya, kawasan Platina, Tanah 600, Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan, tewas dengan kondisi kepala terluka parah akibat terhempas ke aspal jalan saat kabur dikejar warga usai melakukan aksi kejahatannya.

Informasi yang dihimpun, peristiwa yang membuat heboh warga sekitar hingga beredar di media sosial itu, terjadi pada Rabu 27 Mei 2026 dini hari.

Bermula, Muhammad Aji Sidiq (korban) dengan mengendarai sepeda motor Honda Beat BK 6688 AJH, dari rumahnya melaju hendak pergi membeli makanan. Namun diperjalanan, tiga pelaku begal juga mengendarai sepeda motor dengan berboncengan tiga, mengikuti korban.

Tahu dirinya diikuti, lalu korban memacu laju sepedamotornya. Ketika melewati polisi tidur, disitu ketiga komplotan pelaku begal menghadang korban. Takut terjadi hal yang tidak diinginkan, korban berusaha menghindar kembali memacu laju sepedamotornya.

Komplotan pelaku yang geram, lalu menendang korban hingga korban terjatuh. Disitu salah satu pelaku mengayunkan senjata tajam jenis klewang hingga mengenai punggung korban. Meski dalam kondisi terluka, korban tetap berupaya mempertahankan sepedamotornya sembari berteriak meminta tolong.

Beruntung, warga sekitar mendengar teriakkan korban langsung berhamburan untuk menolong korban. Melihat warga mulai berdatangan, para komplotan pelaku yang panik langsung kabur tancap gas. Namun nahas, satu dari pelaku yang berada diboncengan terjatuh dan terhempas ke aspal jalan hingga tewas ditempat dengan kondisi kepala pecah terluka parah. Sementara, dua pelaku lainnya berhasil meloloskan diri dari kejaran warga.

Tak lama, petugas kepolisian Polsek Medan Labuhan mendapatkan informasi peristiwa itu, datang ke lokasi. Usai melaksanakan olah tempat kejadian perkara (TKP), selanjutnya petugas mengevakuasi jenazah pelaku ke RS Bhayangkara Medan.

Kapolsek Medan Labuhan AKP Raja Putra Napitupulu menerangkan, jika pelaku dinyatakan meninggal dunia dilokasi dan jenazahnya telah dievakuasi ke RS Bhayangkara Medan.

“Pihak keluarga tidak bersedia dilakukan autopsi terhadap jenazah dan tidak akan melakukan tuntutan atas kematiannya. Jenazah sudah diserahkan kepada pihak keluarga,”terangnya kepada wartawan.

Dikatakannya, atas peristiwa itu korban juga mengalami luka dan beruntung sepeda motor korban belum sempat diambil kawanan pelaku. Kini polisi tengah melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap dua kawanan pelaku.