HeadlineKriminalMedan

‘Nyanyian’ 3 Pria Tangkapan BNN Bikin GS Kabur dan Siapkan Upeti ‘Tolak Panjat’

×

‘Nyanyian’ 3 Pria Tangkapan BNN Bikin GS Kabur dan Siapkan Upeti ‘Tolak Panjat’

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi. (KoranM24)

MEDAN, KoranM24 — Warga sekitar lahan garapan di Jermal, Desa Bandar Klippa, Kecamatan Percut Sei Tuan mulai dihebohkan. Sebab, GS yang dianggap segelintir warga seorang dermawan, dikabarkan melarikan diri, setelah 3 pria yang ditangkap Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumut, Senin (27/4/2026) sore.

Informasi dihimpun dari sumber yang tak ingin namanya disebutkan, awalnya 3 pria bernama panggilan Paisal, Wak Leng dan seorang lagi yang belum diketahui namanya, telah ditangkap di salah satu lokasi transaksi sabu atau disebut Tempat Pembelian Sabu disingkat TPS, di Jl Jermal 11, Desa Bandar Klippa, Kecamatan Percut Seituan.

Selanjutnya ke 3 pria yang diduga ditangkap saat piket untuk melayani para pecandu, untuk membeli narkotika jenis sabu, akhirnya ‘nyanyi’ nama GS, sebagai bos pemilik usaha haram yang mereka jalani.

Seorang pria, warga setempat yang tak mau juga namanya disebutkan, Selasa (28/4/2026), mengungkapkan, sejak tertangkapnya 3 pria yang diduga anggotanya dan dikabarkan ‘nyanyi’ (bocorkan informasi-red) dengan menyebutkan nama GS sebagai bosnya, membuat GS dikabarkan kabur.

“Kabarnya ke 3 anggotanya GS itu nyanyi dan manjat (melibatkan-red) ke GS. Makanya GS kabur,” ungkapnya.

Kemudian pria kurus itu kembali mengatakan, GS saat ini kabur dan bersembunyi di salah satu hotel dan telah menyiapkan uang satu tas. Bahkan sedang mencari orang yang dapat memediasikan dirinya dengan oknum pihak BNNP Sumut, agar namanya tidak dikaitkan dengan keterangan ke 3 tersangka yang diamankan pihak BNNP Sumut.

“Kabarnya dia bersembunyi di hotel dan telah menyiapkan uang satu tas. Dan saat ini si GS lagi mencari orang bisa memediasikan dirinya dengan oknum BNNP Sumut, agar namanya dihapus dari pengakuan ke 3 tersangka yang menyebutkan namanya. Agar kasusnya tidak manjat atau melibatkan dirinya,” pungkasnya.

Humas BNNP Sumut yang biasa dipanggil Mas Arie ketika dihubungi melalui WhatsApp, Selasa (28/4/2026), tidak dapat tersambung. Bahkan ketika dichat sudah centang dua dan belum dibalas, hingga berita ini tayang.