Medan,KoranM24-Pusat Pemerintahan Kesultanan Deli yang menempati wilayah baru, sebelumnya berada di Bandar Labuhan berpindah ke Kota Medan terus berbenah dalam pengembangan Infrastruktur.
Kehadiran Investasi Bangsa-bangsa asing mendorong percepatan pembangunan di Kota Medan yang dimotori oleh Hindia Belanda yang mendapatkan konsesi dari Sultan Deli, sehingga Bangunan-bangunan perkantoran dan pemerintahan dibangun di Kota Medan.
Dengan pusat Pembangunan diarahkan di daerah Kesawan dan Sekitarnya sebagai pusat perekenomian, juga disekitar areal pusat ekonomi dibangun sarana tranportasi kereta api hingga hotel yang ada di sekitar Lapangan Merdeka.
Pada tahun 1898 oleh pengusaha Belanda yang bernama Aeint Herman De Boer dibangun Hotel bernama Hotel Mijn de Boer namun lebih dikenal dengan nama Hotel De Boer. Dari beberapa catatan, sejarah sebelum dibangunnya Hotel De Boer, telah dulu ada sebuah hotel dimana tapaknya berdiri Kantor Kanwil Bank Mandiri, berada di jalan Pulau Pinang dengan nama Hotel de Vink dan selanjutnya berganti
nama menjadi Grand Hotel yang dibangun pada tahun 1888 dengan sajian makanan khas bagi tamu tamu Eropah.
Sebagai Landmark Kota Medan, bangunan Kantor Pos yang berada di sekitar usat kota menjadi titik nol Ibu kota Provinsi Sumatera Utara.








