KISARAN – KoranM24 – Pedagang Pasar Inpres I Jalan Diponegoro Kisaran,mengaku kesulitan berdagang akibat tidak ada listrik untuk penerangan kios mereka. Akibat tidak adanya listrik,para pedagang mengalami kesulitan untuk beraktivitas jual beli.
Kondisi tidak adanya listrik penerangan itu, sudah berlangsung lama. Karena, kabel aliran listrik semuanya diduga dicuri oleh maling. Sehingga aliran listrik yang mengalir ke kios pedagang semuanya padam.

Mirisnya, hingga sekarang Dinas Koperasi Perdagangan dan Perindustrian (Koperindagin) Kabupaten Asahan tidak berupaya untuk mengatasi keluhan pedagang.
"Sudah lama kami berdagang di kios Pasar Inpres dengan kondisi gelap- gelapan. Namun, tidak ada upaya Dinas Koperindagin Asahan untuk memperbaiki agar listrik penerangan di kios pedagang hidup, "ujar Bowo salah seorang pedagang pada wartawan, Kamis (5/11) di Pasar Inpres.
Kalaupun ada pedagang yang kiosnya ada penerangan lampu,kata Bowo, itu pedagang yang gunakan genset atau pasang aliran listrik pribadi pada PLN. Bukan fasilitas listrik dari kios pasar Inpres I.
"Meski ada pedagang yang tempat usahanya terang. Mereka pakai genset atau pasang listrik sendiri dengan token prabayar dari PLN. Sedangkan pedagang yang tak ada penerangan, hanya bisa diam saja gelap gelapan, "beber Bowo.
Akibat tidak ada penerangan di pasar,kata pedagang baju ini, kios menjadi rawan pencurian. Pembeli malas datang untuk berbelanja karena gelap,akbat tidak ada penerangan untuk menerangkan kios.
"Kios- kios lapak tetap kami bayar uang sewanya sesuai Perda,pada Dinas Koperindagin. Namun, hak -hak penerangan bagi pedagang yang menyewa kios tidak diberikan oleh Dinas Koperindagin. Kami mohon kepada Dinas Koperindagin selaku pengelola pasar Inpres Kisaran ini, agar memperbaiki Intalasi listrik pasar Inpres, " harap Bowo.
Sementara, Plt Kadis Koperindagin Asahan, Khualid Armansyah Lubis ketika dikonfirmasi wartawan, Kamis (5/11/2026) melalui whatsapp,mengaku kalau pihaknya sudah berulang kali melakukan perbaikan listrik. Namun, setelah dipasang hilang lagi disinyalir dicuri maling.
"Listrik di pasar Inpres awalnya ada setiap kios -kios yang ditempati semua pedagang. Namun kabel aliran listrik diduga dicuri maling. Sehingga aliran listrik di kios pedagang tidak ada lagi. Sebelumnya, juga sudah kami perbaiki dengan mengganti semua kabel yang hilang. Akan tetapi, siap dipasang hilang lagi kabelnya, "jelas Khualid.
Sepertinya, kata Khualid, maling yang beraksi untuk mencuri kabel tersebut pada siang hari atau sore hari. Sebab, kalau malam hari ada penjaga malam pasar.
" Maling kabel listriknya beraksi pada siang hari melakukan aksi pencurian. Sehingga listrik untuk penerangan pedagang gelap, "pungkasnya.
Pantauan awak media ini, melihat pedagang pasar Inpres melakukan aktivitas jual beli dengan gelap-gelapan. Karena lampu penerangan tidak ada. Akibat kabel dicuri maling.






