Deliserdang,KoranM24-Ratusan warga dari Kecamatan Bangun Purba, Kabupaten Deliserdang melakukan aksi demonstrasi di Graha Bhineka Perkasa Jaya, Kecamatan Lubukpakam yang dijadikan tempat pelantikan Kepala Desa (Kades), Kamis (25/6/2026)


Aksi unjuk rasa dilatarbelakangi karena kekecewaan warga terhadap hasil pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Desa Perguroan itu meminta pembatalan pelantikan berujung ‘memanas’, sehingga Bupati Deliserdang Asri Ludin Tambunan dievakuasi menggunakan mobil dari Unit Reaksi Cepat (URC) Sat Reskrim Polresta Deliserdang saat hendak pulang ke rumah dinas Bupati.
Pantauan KoranM24 di lokasi, awalnya warga melakukan aksinya di Kantor Bupati Deliserdang, dilanjut ke Kantor DPRD Deliserdang dan di Gedung Graha Bhineka Perkasa Jaya, Kecamatan Lubukpakam yang dijadikan tempat pelantikan Kepala Desa (Kades).
Dalam situasi terik matahari yang panas, masa pun menyampaikan orasi secara bergantian. Saat itu teriakan-teriakan agar Kades Terpilih Anton Sembiring yang juga merupakan Calon Petahana diminta jangan dilantik serta massa berusaha menemui Bupati dan Wakil Bupati secara langsung.
Tapi massa dihalau oleh petugas dari Polresta Deliserdang dan Satpol PP Deliserdang. Bahkan sempat terjadi aksi dorong-dorongan karena massa aksi memaksa untuk masuk ke dalam Grha Bhineka Perkasa Jaya.
Masa merasa, Anton Sembiring bisa menang lantaran melakukan kecurangan dan dibantu oleh oknum Camat.
“Bupati Aci (sapaan panggilan Bupati) dimana kau ?, jangan jadi penghianat. Kami minta keadilan. Jangan dulu dilantik Anton Sembiring itu,” sorak warga dengan nada kesal.
Setelah pelantikan selesai, Kapolresta Deliserdang Kombes Pol Hendria Lesmana sempat berdialog dengan Bupati Deliserdang Asri Ludin Tambunan hingga akhirnya Asri Ludin keluar areal Gedung Graha menumpang mobil double kabin hitam bertuliskan URC milik Polresta Deliserdang dengan dikawal ketat personil Tim Khusus Anti Bandit (Tekab) Satreskrim Polresta Deliserdang.
Saat itu masa sudah tampak begitu geram dengannya. Karena kaca mobil URC Polresta Deliserdang hitam gelap, saat itu tidak ada satupun dari massa yang mengetahui kalau Bupati telah meninggalkan lokasi itu. Sementara itu mobil dinas mereka ditinggalkan di lokasi.
Pimpinan Aksi Alwan Sembiring didampingi Jaki Saragih dalam kesempatan tersebut menjelaskan kehadiran mereka ke Bhineka Perkasa Jaya adalah meminta keadilan dari Bupati Deliserdang Asri Ludin Tambunan untuk membatalkan pelantikan terhadap Kades Perguroan, Kecamatan Bangun Purba.
Menurut Alwan Sembiring, permintaan pembatalan itu karena banyak terjadi kejanggalan bahkan keterlibatan oknum Camat untuk memenangkan salah satu calon atas nama Anton Sembiring.
“Tolong dengarkan kami Pak Bupati. Kami hadir dan datang kesini minta keadilan dari Bapak. Tolong batalkan pelantikan Kades Perguroan atas nama Anton Sembiring sebab saat pelaksanaan Pilkades serentak baru-baru ini banyak terjadi kecurangan. Bahkan oknum Camat Bangun Purba juga tidak netral karena ikut mengkampanyekan salah satu calon. Kami tidak asal ngomong tetapi kami punya bukti rekamannya,” tegasnya.
Jaki Saragih menambahkan, dirinya bersama masyarakat lainnya merasa kecewa kepada Bupati Deliserdang yang dinilai lamban dalam menyelesaikan permasalahan ini. “Kami kecewa terhadapmu Pak Bupati. Padahal kami adalah pendukung mu saat Pilkada Bupati Deliserdang. Tetapi mengapa kamu sia-siakan kami sebagai warga Deliserdang. Kami datang tidak minta apa-apa hanya minta keadilan yakni batalkan pelantikan Kepala Desa Perguroan atas nama Anton Sembiring” kata Jaki Saragih.
Jaki Saragih juga menyebut, pemicu masalah, warga menuding oknum Camat tidak netral dalam pelaksanaan Pilkades dan diduga ikut berkampanye untuk memenangkan salah satu calon Kepala Desa Pergoroan.
Oknum Camat yakni Boby Arianto yang beberapa waktu lalu sudah dilantik menjadi Camat Pantai Labu sebelumnya sempat dinonaktifkan sebagai Camat Bangun Purba saat berlangsung Pilkades karena warga protes sampai Kapolresta Deliserdang turun ke Desa Pergoroan dengan tuduhan diantaranya membagikan pompa air kepada warga sebagai bentuk dukungan terselubung. Baik Alwan Sembiring maupun Jaki Saragih mengaku bahwa mereka datang bukan sembarang datang, tetapi membawa bukti keterlibatan oknum Camat.
“Kami kecewa padamu Bupati. Mengapa oknum Camat yang jelas-jelas mengkampanyekan salah satu calon bukannya dinonaktifkan, tetapi malah dilantik dipindahkan ke Kecamatan lain. Bagaimana Anda ini Pak Bupati. Mengerti apa tidak tentang sistem pemerintahan. Kami kecewa dengan Anda” ungkapnya.
Sementara itu Wakapolresta Deliserdang AKBP Juliani Prihartini dalam kesempatan tersebut mengimbau masyarakat untuk tertib dalam menyampaikan aspirasinya. “Tolong dan mari kita jaga bersama keamanan dan ketertiban. Sampaikan permasalahan dengan santun” imbaunya.
Setelah beberapa menit mendengar imbauan dari Wakapolresta Deliserdang, massa kemudian membubarkan diri dengan tertib. Tidak lama setelah massa membubarkan diri, terlihat mobil Camry yang membawa Bupati dan Wakil Bupati Deliserdang yang semula terparkir di depan pintu keluar Grha Bhineka Perkasa Jaya juga terlihat meninggalkan lokasi.






