Kriminal

Otak dan Puluhan Pelaku Penculikan Dan Pembacokan Masih Bebas Berkeliaran. 2 Septor Dan 2 Hp Korban Ikut Dirampok Para Pelaku.

×

Otak dan Puluhan Pelaku Penculikan Dan Pembacokan Masih Bebas Berkeliaran. 2 Septor Dan 2 Hp Korban Ikut Dirampok Para Pelaku.

Sebarkan artikel ini

Medan,KoranM24- Tak hanya kekejaman yang dialami korban penculikan dan penganiayaan yang dialami Rahmadsyah, tapi juga harta miliknya ikut Dirampok dan di rusak para pelaku.
Menurut ayah kandung Rahmadsyah, Sofyan Tarmizi Minggu (7/6/2026), anaknya tak hanya mengalami penculikan dan pembacokan bersama temannya Bram, tapi juga mengalami kehilangan 2 unit sepeda motor dan 2 unit handphone, serta pengerusakan terhadap harta bendanya.
“Kejadian itu membuat harta benda anak saya rusak dan 2 unit sepeda motor dan 2 unit hp juga hilang saat aksi para pelaku malam itu kepada anak saya. Mereka sambil merampok dan merusak harta milik anak saya,” ungkapnya.

Selanjutnya, pria tua itu meminta agar pihak kepolisian juga segera menangkap otak pelaku berinisial GS dan puluhan lainnya yang sebagian masih belum diamankan.

“Kepada Bapak Kapolrestabes Medan dan Pak Kasatreskrim, saya mohon keadilan, agar segera tangkap otak pelaku dan para pelaku yang masih berkeliaran, apalagi adanya video singkat dari warga yang merekam dan memperlihatkan beberapa pelaku.ynag kini belum tertangkap, karena masyarakat disini begitu resah akan keberadaan mereka yang semena mena terhadap masyarakat, jika bersebrangan dengan mereka,” pintanya.
Sebelumnya diberitakan adanya video warga saat para pelaku melakukan aksi biadabnya dan diketahui inisial W alias Sekjen serta 5 pelaku penculikan dan pembacokan dari puluhan pelaku terhadap Rahmadsyah telah mendekam di Satreskrim Polrestabes Medan.

Informasi dihimpun, W alias Sekjen serta 5 pelaku lainnya yang telah diamankan, dikabarkan adanya pelaku telah menyebutkan bahwa GS yang telah menyuruh perbuatan tersebut.

Selanjutnya keluarga Rahmadsyah, adik dari Serka Dedek Andiruka, korban penculikan dan penganiayaan oleh puluhan orang atas suruhan GS, sangat mengapresiasi kinerja Polrestabes Medan, terutama Satreskrim Polrestabes Medan yang langsung Sigap ke TKP lalu meminta keterangan korban, kemudian mengamankan beberapa pelaku, terutama tangan kanan GS berinisial W alias Sekjen.
Sofyan Tarmizi, orangtua Rahmadsyah kepada wartawan, Rabu (3/6/2026), mengatakan bahwa dirinya dan keluarga sangat berterimakasih dan mengapresiasi kepada Kapolrestabes Medan dan Kasatreskrim yang telah mengamankan para pelaku pembacokan terhadap anaknya.
“Terima kasih kepada Pak Kapolrestabes dan Pak Kasatreskrim, karena telah mengamankan sebagian pelaku penculikan dan penganiayaan,”ungkapnya.
Selanjutnya pria tua tersebut juga menuturkan agar kepolisian dapat menegakan keadilan dengan tidak melepaskan para pelaku yang saat ini telah diamankan, serta dapat melakukan pengembangan otak pelakunya GS. kalo ditanya warga Medan, apalagi warga sekitar Kecamatan Medan Denai, pasti udah tahu GS lah otak pelakunya,” tuturnya.

Menurut salah seorang warga daerah Jermal yang tak ingin disebutkan namanya, Minggu (31/5/2026), bahwa sudah tak asing lagi masyarakat mendengar nama GS dan para anggotanya yang tergabung dalam satu ormas, kerab melakukan perbuatan melanggar hukum, tak hanya kartel narkoba dan kasus penganiayaan, juga kasus pengerusakan serta penipuan yang telah dilaporkan ke pihak kepolisian.
“Kita terlalu sering mendengar GS ditetapkan DPO, setelah Barak-barak narkobanya dibombardir dan puluhan anggotanya ditangkap. Tapi buktinya GS masih berkeliaran dan beberapa titik narkobanya masih tetap berjalan, walau tak sebebas dahulu. Mengenai pengerusakan, pernah kita dengar salah satu korban bernama panggilan Kaduk, rumahnya dirusak dan serta seorang bermarga Banjarnahor juga melaporkan GS di Polrestabes Medan atas dugaan penipuan. Semua laporan tersebut tak kunjung berjalan, seakan mengambang dan juga diamankannya GS dan para anggotanya. Wajar kita apatis akan apapun tentang laporan mengenai GS dan para anggotanya, hingga Tagline “Percuma Lapor Polisi” yang ada dalam masyarakat Sumut, terkait GS dan para anggotanya,” ungkap warga itu.

 
Hal yang sama juga disampaikan Ani, warga jalan Menteng, Medan, Minggu (31/5/2026), bahwa sudah sering kita mendengar dan melihat Berita-berita tentang GS dan para anggotanya selama ini sudah sangat meresahkan warga dan dilaporkan ke Polisi, tapi kenyataan tak juga diamankannya GS dan para anggotanya.
“Wajar jika kalimat “Percuma Lapor Polisi” yang berkembang di Masyarakat Sumut berkait tentang GS dan kroninya, apalagi muncul konferensi pers oleh utusan GS yang mengatakan bahwa namanya dikaitkan dan dicemarkan oleh oknum tertentu. Helloo.. Pak Polisi, Uda cukup semua, masyarakat bodoh bisa tahu siapa dalangnya, tinggal buktikan keseriusan polisi untuk menangkap dan mengungkapnya. Capek nonton film yang diulang ulang. Wajar jika slogan “Percuma Lapor Polisi” yang kini tertanam di Masyarakat Sumut, terutama Kota Medan,” jelas Ani.

Kejadian penculikan dan penganiayaan hingga mengalami luka bacokan yang dialami Rahmadsyah, di jalan Jermal 7 Ujung, Desa Amplas, Kec Percut Sei Tuan, Kab Deli Serdang oleh sekitar 50 orang lebih, salah satu ormas atas suruhan GS pada Sabtu, (30/5/2026) sekira pukul 19:00 WIB, kini dikabarkan bahwa salah seorang teman Rahmadsyah yang bernama Bram, turut Serta menjadi korban penculikan dan penganiayaan hingga dikabarkan mengalami kehilangan Jari-Jari tangannya dan hingga kini masih belum tahu keberadaannya.
Berawal sekelompok pemuda dalam salah satu ormas, sekitar 50 orang suruhan GS, melakukan penculikan dan penganiayaan adik dari anggota TNI, Serka Dedek Andiruka.
Hal itu terjadi terhadap Rahmadsyah (45) di jalan Jermal 7 Ujung, Desa Amplas, Kec Percut Sei Tuan, Kab Deli Serdang pada Sabtu, (30/5/2026) sekira pukul 19:00 WIB.
Dimana Rahmadsyah yang sedang berada di rumah kontrakan miliknya Tiba-tiba diserang sekelompok pemuda dan langsung melakukan penculikan, kemudian dilakukan penganiayaan hingga mengalami lubang bacok sekujur tubuh dan kepala, lalu seperti anggota PKI tak berhati, membuang korban di depan ke RS Muhammadiyah, Jalan Mandala By Pass, Medan
Dalam rekaman keterangan korban, dirinya didatangi sekitar 50 orang suruhan atas nama Guntur yang disebut mereka sebagai ketua.
“Yang bacok si Is pakai kelewang, satu lagi yang gondrong agak tua, si Abah, si Ahak juga, ada 50 orang. yang gondrong Soek bilang mati kau mat,mati kau mat, ini perintah Guntur, ini perintah Ketua Guntur. Perintah, matikan matikan ini perintah ketua,”kata Rahmadsyah dalam rekaman yang diterima.
Saat ini pihak keluarga telah melaporkan hal itu ke Polrestabes Medan berdasarkan Laporan Polisi No LP/B/2299/V/2026/SPKT/Restabes Medan, tanggal 30-05-2026.(Irwan)

Jadikan KoranM24 Sumber Berita Pilihan Kamu

Dapatkan update informasi terkini dan tepercaya langsung di halaman utama Google Kamu.