TANJUNG PURA, KoranM24- Lembaga Media Sejarah Langkat, menggelar sebanyak 12 perguruan silat dalam kegiatan pergelaran seni silat melayu yang diselenggarakan di Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara.

Acara pagelaran seni bela diri itu dihadiri oleh, Staf Khusus Bupati Langkat, Surkani, SE, MM, Kadis Perhubungan, Ari Ramadhan, Ketua Laskar Melayu, sejumlah tokoh Melayu, dan secara resmi dibuka oleh Bupati Langkat, Syah Afandin, yang diwakili oleh Staf Ahli,Tengku Auzai.
Dalam sambutannya, bupati menyatakan, silat adalah bela diri tradisional yang berakar dari peradaban dunia Melayu, merupakan budaya asli bangsa Indonesia, yang diwarisi oleh para leluhur yang harus dijaga dan dilestarikan.
Atas nama pribadi dan kedinasan, bupati, mengapresiasi atas pelaksanaan kegiatan positif tersebut sebagai upaya nyata yang dilakukan Lembaga Media Sejarah Langkat untuk melestarikan silat Melayu.
Selain untuk melestarikan budaya Indonesia, lanjutnya, mendalam silat tentunya memiliki nilai tambah, sebab dalam silat tidak hanya mengajarkan teknik bela diri semata, tapi juga terdapat pembelajaran rohani, yakni tentang kesadaran dan kesabaran mengendalikan diri dari perbuatan tidak baik.
“Event ini menjadi sangat penting bagi para pesilat, selain wadah untuk mengasah kemampuan bela diri, ajang ini juga diharap dapat menjadi sarana untuk memupuk tali silaturahmi antara sesama pesilat dan kita semua,”ujarnya, Rabu (25/6/2026).
Sebelumnya, Ketua Panitia Pagelaran Seni Silat Melayu Langkat, Yan Pangeran, mengucapkan terima kasih atas dukungan para pihak untuk mensukseskan acara ini.
“Saya berharap, 12 perguruan silat di Langkat dapat meraih prestasi lebih tinggi, tidak hanya ditingkat kampung, tapi juga provinsi, bahkan dilevel nasional.
Ketua Media Sejarah Langkat, Rizki Ramadhan, mengutarakan latar belakangan dari lembaga ini mengedukasi latar belakang sejarah, agar generasi muda dapat memahami sejarah.
“Pagelaran ini diadakan karena kita ingin melestarikan budaya Melayu,”katanya.
Ketua Yayasan Ujung Tanjung Langkat, Tengku Yans Fauzi, dalam acara yang bertemakan “Warisan Leluhur Jati Diri Bangsa” menyampaikan rasa kebahagiaannya karena hari ini menjadi kesatarian negeri untuk Langkat, mengangkat harkat dan derajat masyarakat Melayu.
“Langkat telah melahirkan orang besar, salah satunya Tengku Amir Hamzah, sebagai satria dalam berpikir. Berdirilah tentara setia negeri Langkat untuk mengawal bagaimana Langkat maju, aman dan sejahtera,”ujarnya.
Ia juga mengapresiasi pelaksanaan Kegiatan Pagelaran Seni silat Melayu Langkat, yang merupakan warisan budaya dimana seni silat telah diakui UNESCO. Pencak Silat bukan sekadar seni bela diri, tetapi tradisi yang mencakup aspek mental-spiritual.
Keris boleh berkarat dimakan zaman, lembing boleh patah ditelan usia, namun semangat pendekar Melayu tiada sekali-kali boleh rebah. Selagi bulan dan bintang beredar di langit, selagi ombak memukul pantai, selagi itulah marwah bangsa dan adat pusaka wajib dipelihara dengan akal yang bijaksana, adab yang mulia, serta keberanian yang berlandaskan kebenaran.
“Pendekar sejati bukanlah dikenali pada gagahnya tangan menghunus senjata, melainkan pada lurusnya hati memegang amanah dan teguhnya jiwa menjunjung kebenaran.”sebutnya.






