Medan, KoranM24 – Kabar duka bagi rakyat Sumatera terjadi akibat pemadaman listrik massal (blackout) yang melanda sejumlah provinsi di Pulau Sumatera. Sebanyak tujuh warga diduga mengalami keracunan asap genset saat listrik padam.
Tiga orang harus menjalani perawatan di rumah sakit, sementara empat lainnya dilaporkan meninggal dunia.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa penggunaan genset tanpa ventilasi memadai dapat memicu ancaman serius di tengah krisis kelistrikan.
Insiden pertama terjadi di Kabupaten Batu Bara, Provinsi Sumatera Utara.
Sebanyak empat pegawai toko aksesoris ponsel di wilayah Kelurahan Indrapura, Kecamatan Air Putih, ditemukan tidak berdaya pada Sabtu (23/5/2026) pagi.
Semua bermula ketika pemilik toko mencoba menghubungi pegawainya. Panggilan telepon yang tidak direspons membuat owner khawatir.
Puluhan Siswa Siswi SMAN 1 Lubukpakam Diduga Keracunan MBG. Tujuh Orang Diopname Di Klinik.
Ia lantas meminta pengawas toko untuk memeriksa kondisi rekan-rekannya. Saksi mata dikejutkan dengan pemandangan pilu para korban terbaring di atas tempat tidur. Kondisinya lemas tidak berdaya.
“Dan benar saja, pengawas toko dibantu warga mendobrak pintu dan menemukan para korban sudah tergeletak di dalam kamar,” kata Kapolsek Air Putih, AKP Rahmat R Hutagaol kepada wartawan.
Saksi mata kemudian membawa para korban ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis.
Takdir berkata lain, pegawai bernama Adila dan Rahma dinyatakan meninggal dunia, sedangkan korban Dwi dan Riana masih dalam perawatan intensif di rumah sakit.
“Kami tiba setelah korban dibawa ke rumah sakit.”
“Dari laporan diterima, dua meninggal dunia dan dua lainnya menjalani perawatan,” urai AKP Rahmat.
Empat Pria Polisi Gadungan Peras dan Aniaya Warga Hingga Tewas, Dua Pelaku Diringkus Polisi
Polisi sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan meminta keterangan saksi.
Diketahui komunikasi terakhir ke korban pada Jumat (22/5/2026) malam.
Dugaan sementara, para korban keracunan asap dari genset.
“Kami saat ini masih menyelidiki penyebab tewasnya korban, dugaan sementara keracunan asap mesin genset,” pungkasnya.
Kejadian serupa terjadi di Masjid Nurul Huda, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat.
Di tengah blackout Sumatera, 3 pelajar ditemukan tak sadarkan diri dengan kondisi mulut berbusa pada Jumat (22/5/2026) malam.
Wali Nagari Pandai Sikek, Mas’ap W. Dt. Bandaro membeberkan kronologi kejadian.
Semua bermula saat wilayah Tanah Datar dilanda mati listrik mulai Jumat malam.
Diduga Usai Santap MBG, Siswa SMAN 1 dan Perguruan Bersama Berastagi, Alami Keracunan Massal
Ketiga korban kemudian memutuskan pergi ke masjid untuk mengisi daya ponsel karena ada genset.
Singkat cerita, korban tertidur hingga keesokan harinya.
Kecurigaan muncul ketika pengurus masjid hendak membangunkan para korban.
Karena tidak merespons, saksi membiarkan karena menganggap korban masih tertidur.
Tidak lama kemudian orang tua salah satu korban datang mencari anaknya.
“Setelah dicek, kondisinya kritis, langsung dibawa ke RS Ibnu Sina (Yarsi) Padang Panjang.”
“Di sana, dua orang korban dinyatakan meninggal dunia atas nama Haikal Arya Kamil (15) dan Gibran Arrasyid (15), sedangkan yang masih selamat Burhanuddin Hakim,” sebutnya, dikutip dari TribunPadang.com.
Mas’ap sudah menjenguk korban selamat di rumah sakit. Kondisi Hakim sudah sadarkan diri.
“Dokter menyebut masih banyak racun di tubuh korban akibat terhirup gas monoksida dari genset.”






