Deli SerdangDaerah

Pejabat Deliserdang Saling ‘Lempar Bola’, Anggaran HUT APKASI Diduga Tak Transparan 

×

Pejabat Deliserdang Saling ‘Lempar Bola’, Anggaran HUT APKASI Diduga Tak Transparan 

Sebarkan artikel ini
Baliho HUT APKASI dan HUT Deliserdang yang telah terpasang di jalinsum simpang Tanjung Garbus. KoranM24/Fani Ardana

Deliserdang,KoranM24-Alokasi anggaran HUT ke-26 Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) yang akan digelar di Kabupaten Deliserdang, sejak tanggal 1 Juli hingga 3 Juli 2026 menuai sorotan.

Musababnya pejabat dilingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deliserdang terkesan atau diduga tidak transparan dengan saling ‘melempar bola’ soal berapa rupiah anggaran yang akan digunakan dari sumber Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Deliserdang.

Terkesan tidak transparan itu saat sejumlah pejabat dilingkungan Pemkab Deliserdang dipertayakan

wartawan, sejak Rabu (10/6) hingga Kamis (11/6), mereka adalah Kepala Dinas (Kadis) Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Kominfostan) Sandra Dewi Situmorang, Kepala Bagian (Kabag) Umum Pemkab Deliserdang Agung Tritanto, Kadis Kebudayaan, Pemuda, Olahraga, Pariwisata (Disbudporapar) Yudi Hilmawan, Kabag Tata Pemerintahan (Tapem) Deliserdang Adi Winarto dan Kabag Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Faisal Rahman Panjaitan.

“Belum, belum tahu saya (anggaran HUT APKASI),” kata Kadis Kominfostan Deliserdang Sandra Dewi Situmorang kepada wartawan.

HUT APKASI ini yang juga dirangkai Grand Final Pemilihan Putri Otonomi Indonesia (POI) 2026 yang akan dihadiri sekitar 400 Kepala Daerah atau Bupati. Awalnya Sandra Dewi menjelaskan, bahwa anggaran dimasing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Deliserdang tanpa menyebut jumlah anggarannya.

“Aku jelasin bahwa itukan berbeda-beda. Itukan sudah mulai dianggarkan tahun lalu, sudah dianggarkan dari masing-masing OPD. Contoh ini pemilihan putri otonomi daerah, itu di Disbudporapar, kemudian fun walk (jalan santai) HUT Deliserdang dirangkai dengan HUT APKASI dirangkaikan di Kesra (Kesejahteraan Rakyat) kira-kira begitu Bang. Tapi kalau lebih tepatnya lebih baik Abang ke Sekretariat APKASI. Itu yang ku tahu,” ujarnya.

Sekretariat APKASI yang dimaksud, Sandra Dewi di Jakarta, saat disinggung dirinya merupakan Kadis Kominfostan Deliserdang sebagai juru bicara Pemkab Deliserdang semestinya mengetahui anggaran tersebut, Sandra Dewi mengakui hal itu, tapi menurutnya belum sampai mengetahui pembiayaannya. Hal itu secara tidak langsung membantah pernyataan awalnya yang menyebut pada tahun lalu sudah dianggarkan.

“Betul, tapi kalau mengenai pembiayaannya belum sampai kesitu lah Bang, karena orang ini masih membahasnya belum deal-dealan, nanti ku bilang salah,” sebutnya.

Saat disebut, mekanisme anggaran daerah harus lewat pembahasan dan pengesahan DPRD Deliserdang dahulu baru bisa berjalan. Sandra Dewi mengakui mekanisme itu, namun tetap bersikeras tidak mengetahui jumlah anggaran yang sudah disahkan Pemkab Deliserdang bersama DPRD Deliserdang untuk kegiatan APKASI itu.

Sandra Dewi juga mengakui, walaupun telah menggelar rapat kepanitiaan, tapi belum dapat juga dipastikan berapa pembiayaan yang dianggarkan.

“Belum duduk, karenakan tadi aku sebut sumber dananya ada tiga, APKASI, Pemkab (Deliserdang) dan pihak ketiga yang tidak mengikat,” akunya.

Lalu saat dipertanyakan anggaran APKASI bersumber darimana apakah iuran dari pejabat daerah atau Bupati, Sandra Dewi juga tidak mengetahui dari mana diperoleh. “Aduh. Gak taulah, gak sampai kesitu lah, Awak (saya) membahasnya itu Bang,” katanya.

Bahkan Sandra Dewi menyebut, anggaran dari Kominfostan Deliserdang tidak ada menampung kegiatan APKASI itu, termasuk cetak dan pemasangan spanduk, baliho yang telah terpasang bukan dianggarkan oleh dinasnya.

“Kominfo tidak ada. (spanduk/baliho), bukan kami, itu APKASI, bukan saya. Saya hanya desainnya saja dari kami,” sebutnya.

Sedangkan Kabag Umum Pemkab Deliserdang Agung Tritanto menyebut, bahwa kegiatan APKASI anggarannya di poskan di bagian Tapem. “APKASI di bagian Tapem (anggarannya). Panitia besarnya mereka. Kami hanya mendukung dalam bentuk konsumsi,” ungkapnya.

Walaupun Agung mengakui,

pihaknya dilibatkan untuk kegiatan APKASI dalam bentuk konsumsi. Namun untuk jumlah anggaran Agung juga tidak menyebut secara rinci.

“Kalau secara khusus gak ada kita pakai, di jamuan tamu Pemkab sesuai kebutuhan kegiatan,” akunya.

Sementara Kabag Kesra Faisal Rahman Panjaitan ketika dikonfirmasi mengakui pos HUT APKASI itu anggarannya bukan Kesra melainkan di bagian Tapem Deliserdang. “HUT di Tapem,” katanya.

Pernyataan Faisal ini berbeda dengan yang disampaikan Kadis Kominfostan Sandra Dewi Situmorang yang menyebut untuk kegiatan fun walk (jalan santai) HUT Deliserdang dirangkai dengan HUT APKASI yang menjadi penyelenggaranya di bagian Kesra Deliserdang. Faisal juga tidak menjawab apakah Kesra Deliserdang dilibatkan atau tidak dalam kegiatan HUT APKASI.

Adi Winarto sebagai Kabag Tata Pemerintahan (Tapem) Deliserdang saat dipertayakan berapa anggaran kegiatan HUT APKASI memilih menjawab bahwa dirinya masih ada kegiatan dilapangan. “Nanti saya hubungi saya masih dilapangan,” katanya.

Sedangkan Kadis Disbudporapar Yudi Hilmawa ketika dihubungi baik lewat telepon maupun pesan WhatsApp (WA)-nya, hingga kini belum merespon.