MEDAN, KoranM24- 2 bulan lamanya kasus tabrak lari hingga mengakibatkan Esau Romamory (83) meninggal dunia masih jalan ditempat di Satlantas Polrestabes Medan. Pihak keluarga meminta polisi agar pelaku segera ditangkap.
Informasi yang dihimpun, terduga pelaku tabrak lari lakalantas hingga penelantaran yang menyebabkan seorang pengemudi becak motor yakni, Esau Rumamory (83) meninggal dunia.
Lukas, merupakan anak dari Esau Romamory (korban), sangat merasa kecewa atas kinerja pihak Satlantas Polrestabes Medan, yang disinyalir tidak serius dalam menangani kasus lakalantas tersebut yang telah dilaporkan oleh pihak keluarga.
Adapun laporan tersebut dengan Nomor: LP/B/2594/VI/2026/SPKT LANTAS/Polrestabes Medan/Polda Sumut tertanggal 17 Juni 2026 yang diterima oleh Aipda Taufik H. Rambe, SH.
“Sudah 2 bulan lamanya terduga pelaku yang dengan sengaja menabrak dan menelantarkan tubuh orangtua saya hingga meninggal dunia belum ditangkap, padahal foto-foto terduga pelaku sudah saya berikan namun hingga saat ini terduga pelaku belum berhasil ditangkap”kata Lukas, kepada wartawan, Selasa (11/8/2026).
Atas kekecewaan pihak keluarga itu, Kasat Lantas Polrestabes Medan, AKBP Sri Lestari Widodo, ketika dikonfirmasi terkait perkembangan laporan tersebut mengatakan, jika pihaknya telah berkerjasama dengan Satreskrim Polrestabes Medan, guna mengungkap identitas terduga pelaku.
“Masih dalam penyelidikan pihak Reskrim, mohon waktu dan do’anya”kata Kasat Lantas Polrestabes Medan melalui pesan singkat WhatsApp, Selasa (11/8/2026).
Diberitakan sebelumnya, peristiwa kecelakaan lalulintas yang mengakibatkan Esau Romamory (korban) meninggal dunia, terjadi di kawasan Helvetia, Kota Medan, pada Juni 2026.
Anak korban, Lukas mengaku masih berupaya mencari keadilan atas kematian ayahnya yang dinilai penuh tanda tanya.
Selain mempertanyakan tindakan pihak yang diduga terlibat dalam kecelakaan tersebut, keluarga juga menyoroti proses penerimaan korban di RSU Sufina Aziz, Kelurahan Helvetia Timur, Kecamatan Medan Helvetia.
Menurut keluarga, korban diterima di rumah sakit pada Jumat, 5 Juni 2026 sekitar pukul 02.20 WIB dini hari tanpa adanya identitas jelas dari pihak yang mengantarkan korban, Kamis (25/6/2026).
Dari hasil penelusuran dan rekaman CCTV rumah sakit, keluarga memperoleh sejumlah foto yang memperlihatkan sosok seorang pria dan dua wanita yang diduga memiliki keterkaitan dengan peristiwa tersebut.
Lukas menjelaskan, pada Jumat, 5 Juni 2026 sekira Pukul 01.30 WIB, pihak keluarga menerima kabar dari pihak RSU Sufina Aziz, bahwa ayahnya yakni Esau Romamory, berada di rumah sakit. Mendapatkan kabar itu, lantas pihak keluarga pun mendatangi rumah sakit dan ternyata Esau Romamory, telah meninggal dunia.
Berdasarkan informasi awal yang diterima keluarga, korban diantar ke rumah sakit dengan menggunakan mobil yang diduga terkait dengan kecelakaan tersebut bersama dua orang wanita.
”Saya sempat bertanya kepada petugas rumah sakit, siapa yang mengantarkan ayah saya, dan petugas menjawab ada dua orang wanita yang datang menggunakan taksi online. Namun ketika saya menanyakan apakah mereka meninggalkan identitas, petugas mengatakan tidak ada,”sebut Lukas.
Menurutnya, alasan yang disampaikan petugas bahwa kedua wanita tersebut terburu-buru berangkat bekerja ke Tanjung Morawa, pada tengah malam menimbulkan tanda tanya bagi pihak keluarga.
Keluarga kemudian melakukan penelusuran ke lokasi kejadian dan memperoleh informasi bahwa kecelakaan diduga terjadi pada Kamis malam, 4 Juni 2026 sekira Pukul 21.23 WIB. Sementara itu, korban baru dibawa ke rumah sakit beberapa jam kemudian.
”Yang menjadi pertanyaan besar bagi kami, selama rentang waktu sekitar tiga jam itu ke mana ayah kami dibawa oleh pihak yang diduga terlibat dalam kecelakaan tersebut,”sebut Lukas.
Selain itu, keluarga juga mempertanyakan kondisi luka yang ditemukan pada tubuh korban. Berdasarkan keterangan sejumlah saksi di lokasi kejadian, disebutkan tidak terlihat adanya luka robek pada bagian belakang kepala korban.
Namun saat jenazah diterima keluarga, ditemukan luka robek cukup besar pada bagian kepala belakang. Sekira Pukul 03.30 WIB dini hari, keluarga membawa jenazah ayahnya ke rumah duka dan kemudian dimakamkan pada esok siang hari.
Keluarga berharap pihak kepolisian dapat mengusut tuntas kasus tersebut dan segera mengidentifikasi seluruh pihak yang diduga mengetahui maupun terlibat dalam peristiwa itu.
Keluarga juga mengajak masyarakat yang memiliki informasi, rekaman CCTV, atau mengetahui identitas pria dan dua wanita yang terekam kamera pengawas RSU Sufina Aziz, untuk memberikan informasi kepada penyidik guna membantu proses pengungkapan kasus tersebut.
”Kami hanya ingin mendapatkan kejelasan dan keadilan atas kematian orang tua kami. Kami berharap siapa pun yang mengetahui informasi terkait kejadian ini dapat membantu agar kasus ini segera terungkap,”pinta Lukas.






