MEDAN, KoranM24- Personel Tim Khusus JCS dan Opsnal Unit Resmob Satreskrim Polrestabes Medan, mengamankan seorang remaja yang diduga merupakan pemilik akun Instagram Geng Motor (Gemot) Simple Life Mandala, Jumat (21/8/2026).
Remaja berinisial JR (16) tersebut diamankan polisi dari kediamannya di kawasan Marindal Dua, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deli Serdang, sekira Pukul 05.00 WIB. JR, diamankan setelah polisi melakukan penyelidikan terhadap sejumlah video yang beredar di media sosial (medsos) dan diduga memperlihatkan aksi kelompok geng motor membawa senjata tajam di jalanan Kota Medan.
Saat dilakukan penggeledahan, polisi menemukan sejumlah barang bukti berupa 2 unit handphone, 1 celurit, 1 bendera, 1 helm dan 1 masker, yang diduga barang tersebut ada kaitannya dengan aktivitas kelompok tersebut. Selain itu, polisi juga menemukan akun Instagram yang diduga digunakan JR, yakni akun @Simplelife._mandala.
Kepada polisi, JR mengaku sebagai pemegang akun tersebut dan mengatakan kelompok itu bernama Simple Life Mandala, yang memiliki titik kumpul di kawasan Tembung, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang. JR, juga mengakui dirinya berperan sebagai pemegang akun media sosial, menggerakkan massa, serta terlibat dalam aksi yang bersifat provokatif.
Selanjutnya, JR berikut barang bukti diboyong dan diamankan ke Polrestabes Medan, guna menjalani penyidikan lebih lanjut.
Kanit Resmob Satreskrim Polrestabes Medan, Iptu Ramadhani Bimo Setiadi mengatakan, terkait konten senjata airsoft gun yang diunggah di akun itu, senjata tersebut pada saat divideokan itu dipegang oleh anggota geng motor yang lain. Tapi, video itu direkam beberapa tahun lalu dan senjata tersebut telah dijual para pelaku.
Dikarenakan JR, masih berusia 16 tahun, polisi memastikan proses penanganannya dilakukan dengan memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan mengenai sistem peradilan pidana anak.
“Penyidik masih mendalami aktivitas kelompok tersebut, termasuk keterlibatan JR, dalam berbagai aksi yang diduga dilakukan oleh kelompok Simple Life Mandala, serta keterkaitannya dengan video-video yang beredar di media sosial,”jelas Bimo.






