Medan, KoranM24 – Praktisi Hukum, Rizki Nainggolan,SH,M.Kn, mengimbau masyarakat agar menyampaikan informasi atau berita sesuai fakta ke publik, supaya tidak menjadi pandangan luar terhadap hukum yang bermartabat. Sebeb, hukum yang berkeadilan tidak akan kalah dengan framing-framing opini negatif dan informasi hoaks.
Mengamati proses sidang Prapid yang dimohonkan PS dan Polrestabes Medan, sebagai termohon, serta analisa terhadap berita yang beredar di media, bahwa hukum yang berkeadilan tidak akan kalah dengan framing-framing opini negatif.
Seperti diketahui, beredar informasi ajakan/ undangan aksi damai yang diduga disebarkan pihak keluarga pelaku penganiayaan brutal, PS. Ajakan tersebut lagi-lagi bernarasikan hoaks yang bertuliskan “Stop Kriminalisasi Korban, Bukan Pelaku” pada Jumat, 15 Mei 2026, dengan sasaran aksi Polrestabes Medan, dan Rumah Dinas Kapoldasu.
Narasi hoaks itu sengaja disebarkan pihak pelaku agar masyarakat terbawa emosi dan seolah-olah membenarkan narasi hoaks yang sengaja diproduksi secara terus-menerus. Para pelaku penganiayaan brutal diduga sengaja memproduksi informasi hoaks untuk menarik simpati warga. Padahal faktanya, para pelaku yang penganiayaan brutal ini telah membuat gaduh dimasyarakat dengan terus menerus menyebarkan informasi hoaks.
Faktanya lagi, untuk kasus pencurian ponsel kedua pelaku yakni, Glen Ditto Oppusunggu dan Riski Cristian Tarigan, yang juga korban penganiayaan brutal sedang menjalani vonis hukuman 2 tahun 6 bulan. Keduanya secara gentle man, dan kooperatif dalam menjalankan masa hukuman.
Hal sebaliknya tidak dilakukan para pelaku penganiayaan brutal LS Cs. Masyarakat diharapkan bisa melihat dengan jeli dan bijak menanggapi kasus yang terus bergulir ditengah-tengah masyarakat.
“Masyarakat juga harus mendukung upaya-upaya yang sudah dilakukan aparat penegak hukum dalam menyelesaikan permasalahan ini. Untuk itu, pihak kepolisian juga harus memproses para pelaku yang sengaja menyebarkan informasi hoaks ini. Sehingga tidak menyebabkan kegaduhan ditengah-tengah masyarakat,”terang Rizki Nainggolan, kepada wartawan, Selasa (12/5/2026).






