KaroDaerah

Gubernur Sumut Ultimatum Pemkab Karo, Terkait Pungli Retribusi Masuk Menuju Lokasi Wisata Pemandian Air Panas Sidebuk-debuk

×

Gubernur Sumut Ultimatum Pemkab Karo, Terkait Pungli Retribusi Masuk Menuju Lokasi Wisata Pemandian Air Panas Sidebuk-debuk

Sebarkan artikel ini
Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution (foto: Ist/koranm24)

MEDAN, KoranM24- Terkait video viral dugaan pungutan liar (Pungli) retribusi berlapis dipintu masuk menuju lokasi wisata pemandian air panas Sidebuk-debuk, Desa Semangat Gunung, Kecamatan Merdeka, Kabupaten Karo, Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, akhirnya mengultimatum Pemkab Karo.

Menanggapi video viral itu, Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, menegaskan agar persoalan serupa tidak kembali terjadi. Sebab, hal tersebut sangat berdampak terhadap citra pariwisata di Sumatera Utara.

Bobby, menegaskan agar Pemerintah Kabupaten Karo, segera menyelesaikan persoalan tersebut. Bahkan, Gubernur Sumatera Utara itu, memberikan ultimatum bahwa Pemerintah Provinsi Sumatera Utara siap turun tangan apabila Pemerintah Kabupaten Karo, tidak mampu mengatasinya.

“Sudah saya sampaikan sama jajaran di Pemprov, jika Pemkab tidak bisa menyelesaikan, biar kami yang selesaikan,”tegas Bobby, kepada wartawan saat berada di Kabupaten Samosir, Sabtu (13/6/2026).

Pernyataan tegas itu menjadi perhatian publik, setelah sebelumnya beredar video di media sosial (Medsos) atas keluhan wisatawan yang mengaku diminta dan diharuskan untuk membayar sejumlah uang saat memasuki kawasan menuju lokasi wisata pemandian air panas Sidebuk-debuk.

Aksi dugaan pungli itu pun akhirnya menuai beragam keritikan dan tanggapan dari nitizen serta masyarakat, yang seharusnya destinasi wisata di Sumatera Utara, dikelola secara profesional, transparan dan dapat dipertanggungjawabkan, sehingga dapat memberikan kenyamanan bagi wisatawan.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Karo, Tomi Kemit, menanggapi hal tersebut pihaknya meminta maaf kepada seluruh pengunjung yang merasa dirugikan.

Dikatakannya, pihaknya telah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memberikan hasil terbaik soal retribusi yang ada di jalur wisata air panas.

“Kami terus melakukan koordinasi untuk mendapatkan solusi terbaik dari insiden kemarin. Dinas Pariwisata, saat ini telah menutup segala bentuk retribusi yang ada di jalur wisata air panas, sampai batas waktu yang belum ditentukan,”katanya.