Budaya

Menganyam Pandan, Merawat Budaya Menjujung Kearifan Lokal

×

Menganyam Pandan, Merawat Budaya Menjujung Kearifan Lokal

Sebarkan artikel ini

Medan, KoranM24 – Disudut Desa Pantai Cermin Kanan, tepatnya di Kampung Sungai Merah, tangan terampil para Ibu-ibu rumah tangga yang berkisar 30 keluarga, merajut sambil menganyam pandan laut untuk dijadikan aksesoris dan hiasan beraneka rupa.
Hasil karya dari para ibu rumah tangga yang ditekuni, merupakan warisan budaya turun temurun yang dilakoni oleh masyarakat Pesisir Pantai Timur Sumatera.

Terlihat di rumah sederhananya ibu Eva Harlia menyampaikan, bahwa menganyam pandan telah dilakoni sejak 8 tahun lalu dan Ibu dua anak ini tidak hanya membuat tikar, namun mengkreasikannya dan memproduksi, seperti tas sandang, kotak tisu, sajadah, serta sudah melayani permintaan dari negara jiran dalam memproduksi sandal untuk kebutuhan Hotel.

Seni menganyam pandan disampaikan ibu Eva, membutuhkan proses sekitar 10 hari, dari proses memijah, pewarnaan, hingga penganyaman.

Pandan yang diambil dari pesisir laut di Pijah, setelah sampai, selanjutnya dijemur sebelum direbus menggunakan pewarna yang didatangkan dari luar daerah.
Menurut beliau, kendala yang dihadapi, minimnya pengrajin yang menekuni kegiatan menganyam, khususnya kaum muda, padahal seni dalam menganyam pandan memiliki kaidah dan pola yang masih terjaga dengan pola tiga dara, motif tampuk manggis, terawang. Hal itu sebagai kearifan lokal, budaya tetap lestari dan menjaga marwah pusaka adat.

Jadikan KoranM24 Sumber Berita Pilihan Kamu
Dapatkan update informasi terkini dan tepercaya langsung di halaman utama Google Kamu.