DaerahDeli SerdangKriminal

Polresta Deliserdang Lamban Mengungkap Kasus Kematian Bayi Dugaan Korban Kekerasan Orangtua

×

Polresta Deliserdang Lamban Mengungkap Kasus Kematian Bayi Dugaan Korban Kekerasan Orangtua

Sebarkan artikel ini
Tim Inafis, saat mengidentifikasi jenazah bayi tewas dengan kondisi tubuh penuh lebam (foto: dok/ koran m24)

Deliserdang, Koran M24 – Memasuki hari ketiga pasca kematian Bayi berusia tiga minggu dengan kondisi tubuh penuh lebam, Polresta Deliserdang, hingga saat ini terkesan lamban untuk menetapkan status tersangka terhadap kedua orangtua Bayi, sebagai pelaku dugaan kekerasan terhadap anak.
Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Deliserdang, AKP Hendri Ginting, berulang kali dikonfirmasi wartawan Koran M24, melalui pesan singkat WhatsApp, sejak awal kematian bayi hingga sampai saat ini, belum memberikan jawaban apapun.
Sementara, seorang wanita mengenakan jilbab dan seorang pria mengenakan baju kaos berwarna merah, merupakan kedua orangtua bayi malang tersebut, yang diduga sebagai pelaku atas meninggalnya  bayi itu, kini wajah keduanya telah bersebaran media sosial (medsos), hingga membuat heboh para netizen.

Camat Batang Kuis, Beni Haryanto Tambunan, ketika dikonfirmasi Sabtu (2/5/2026), membenarkan jika foto tersebut merupakan kedua orangtua Bayi, malang yang meninggal dunia secara tidak wajar.
“Iya bg, foto perempuan itu adalah ibu kandung si bayi. Sedangkan laki-laki itu sepertinya cowoknya bg,”kata mantan Kabag Protokol Komunikasi Pimpinan Setdekab Deliserdang itu, saat dikonfirmasi.
Kasat Reskrim Polresta Deliserdang AKP Marvel, dikonfirmasi terkait penetapan status hukum untuk kedua terduga pelaku, yang tidak lain merupakan orang tua bayi malang tersebut, juga belum memberikan jawaban.
Diberikan sebelumnya, Bayi perempuan berusia tiga minggu meninggal dunia dengan kondisi tubuh penuh lebam di Desa Batang Kuis Pekan, Kecamatan Batang Kuis, Kabupaten Deliserdang, Kamis (30/4/2026) sekira pukul 13.00 WIB.

Kematian bayi dengan tidak wajar itu menuai perhatian warga hingga menduga adanya indikasi dugaan kekerasan. Kepala Puskesmas Batang Kuis, drg.Hulwani, saat dikonfirmasi mengatakan bayi tersebut sudah dalam kondisi meninggal dunia saat dibawa ke Puskesmas, oleh kedua orangtuanya dan sejumlah warga.
Ia menyebutkan bahwa bayi tersebut merupakan anak dari L (21) merupakan ibunya si bayi. Sedangkan ayah si bayi, pihaknya belum mengetahui identitasnya. Bayi itu masih berusia 23 hari, karena lahir pada 7 April. Kini pihaknya telah menyerahkan kematian bayi tersebut kepada pihak kepolisian manakala ada unsur dugaan kekerasan.
“Kami curiga tubuh bayi itu ditemukan ada bekas lebam-lebam. Kami terpaksa menelpon Kades dan kami berinisiatif untuk memberitahukan pihak Polisi” kata drg.Hulwani.

Kanit Reskrim Polsek Batang Kuis Ipda Tabi’ul Hidayat, saat dikonfirmasi membenarkan adanya dugaan kasus kematian bayi tidak wajar tersebut. Kini ditangani pihak PPA Satreskrim Polresta Deliserdang.
” Polisi telah mengamankan kedua orangtua bayi itu guna menjalani proses penyidikan. Dugaan kematian bayi tidak wajar itu, kini masih dalam penyidikan oleh pihak PPA Satreskrim Polresta Deliserdang,”kata Tabiul Hidayat.

Jadikan KoranM24 Sumber Berita Pilihan Kamu
Dapatkan update informasi terkini dan tepercaya langsung di halaman utama Google Kamu.