Deli SerdangPeristiwa

Korban Keracunan Nasi Bungkus Pemkab Deliserdang Menjadi 40 Orang

×

Korban Keracunan Nasi Bungkus Pemkab Deliserdang Menjadi 40 Orang

Sebarkan artikel ini
Korban keracunan nasi bungkus dari Pemkab Deliserdang saat mendapatkan perawatan.KoranM24/Fani Ardana

Deliserdang,KoranM24-Jumlah santri Pondok Pesantren (Ponpes) Mazilah Darussalam Desa Sampali Kecamatan Percut Seituan Kabupaten Deli Serdang yang diduga keracunan makanan nasi bungkus kini terus bertambah, Sabtu (24/10/2026).

Jika satu hari sebelumnya sudah ada 32 orang santri dan guru yang dirawat di rumah sakit dan klinik, kini ada 8 lagi yang mengalami gejala yang sama. Karena itu totalnya ada 40 orang yang saat ini menjadi korban keracunan.

"Hari ini ada 8 anak lagi yang mengalami gejala keracunan. Jam 06.30 ada 4 orang kita bawa ke Sufi Sehat (klinik) dan sekarang jam 12.00 ada 4 orang lagi. Kami minta supaya Pemkab bertanggungjawablah," ujar Pimpinan Ponpes Mazilah Darussalam, Muhammad Fahrul Yusuf.

Disampaikan Muhammad Fahrul Yusuf bahwa dari klinik semua korban sudah dibawa ke RS Haji Medan. Ia mengakui kalau perwakilan Pemkab sudah melihat kondisi santri. Diantaranya adalah Kabag Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Gento Herlambang.

"Kalau guru ada 5 dan santri ada 35 sekarang ini. Semua kita bawa ke RS Haji agar tidak terjadi yang negative. Pengobatan yang diawal kita pakai umum itu harus bertanggungjawab Pemkab, kalau tidak saya akan ribut (protes)," katanya.

Ia mengatakan sejauh ini Pemkab belum ada memberikan santunan uang. Yang baru dilakukan hanyalah sebatas melihat kondisi pasien. Puluhan santri dan beberapa guru pengajar Pondok Pesantren (Ponpes) Mazilah Darussalam mulai merasakan gejala keracunan sejak, Jumat (23/10/2026) dini hari. Pihak pesantren yakin penyebabnya karena memakan nasi bungkus dari Bagian Kesra Pemkab Deli Serdang saat pelaksanaan perayaan Hari Santri Nasional tingkat Provinsi yang diselenggarakan di alun-alun Pemkab Deli Serdang, Kamis (22/10/2026).

Muhammad Fahrul Yusuf sempat bilang nasi bungkus yang dimakan oleh santrinya didapat dari ruangan Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemkab Deli Serdang. Setelah acara Hari Santri selesai mereka disuruh untuk mengambil makanan untuk santap siang. Saat itu yang diterima ada beberapa jenis.

" Kita ambil nasinya 55 bungkus karena kita ada 55 orang. Ada yang nasi kotak pakai daging, nasi bungkus pakai ayam, nasi bungkus pakai nila yang bagus dan ada yang nasi bungkus nila berlendir. Yang berlendir inilah yang buat sakit," kata Muhammad Fahrul Yusuf.

Sementara itu Kabag Kesra Deli Serdang, Gento Herlambang kepada wartawan mengatakan sudah mengetahui soal adanya penambahan korban. Ia mengaku sudah dapat informasi dari Kemenag. Namun saat itu yang ia ketahui baru ada penambahan 4 orang saja.

"Tadi pagi tambah 4 sudah dapat info juga dari orang Kemenag. Siang ini ada bertambah 4 lagi kita belum tau. Ia mereka sudah di rumah sakit Haji semuanya makanya saya pun ini mau ke rumah sakit Haji juga. Ini lagi di perjalanan mau ke sana," Kata Gento.

Jadikan KoranM24 Sumber Berita Pilihan Kamu
Dapatkan update informasi terkini dan tepercaya langsung di halaman utama Google Kamu.