KoranM24- Teluk Aru, yang berada di Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara, memiliki jejak sejarah perminyakan di dunia pada awal dekade tahun 1880-an ketika seorang pengusaha asal Belanda, bernama Aeilko Jans Zijlker, menemukan minyak bumi di bumi Langkat.
Sultan Langkat, pada tahun 1883 memberikan konsesi lahan kepada pengusaha asal Belanda, dan mulai melakukan pengeboran minyak pertama dikawasan tersebut.

Pada 15 Juni 1885, sumur bor yang dinamakan Sumur Telaga Tunggal No. 1 berhasil mengeluarkan semburan kuat gas dan minyak mentah dari kedalaman 121 meter. Sumur itu terletak di Desa Telaga Said, Kecamatan Sei Lepan itu mampu memproduksi sekitar 180 barel minyak per hari dan dicatat secara historis sebagai sumur komersial pertama.
Kejayaan minyak dari Langkat itu, memberikan kemakmuran dan kesejahteraan dibumi Langkat. Kapal-kapal asing memasuki sungai sungai diwilayah Teluk Aru, untuk mengangkut minyak dari Negeri Langkat.
Namun hingga akhirnya di era kemerdekaan pangkalan minyak yang ditinggalkan asing menjadi cikal bakal perusahaan minyak pertama di republik Indonesia. Dengan nama Permina dan cikal bakal PERTAMINA.

Kini setelah Indonesia merdeka ke 81 tahun, bangunan-bangunan yang tersisa hanya menjadi besi tua dan rumah-rumah yang ditinggali menjadi bangunan yang terbengkalai. Sungguh Ironis negeri yang menyumbangkan kemakmuran bagi republik, harus menjadi negeri yang masih memiliki masyarakat miskin yang hidup di wilayah pesisir yang didiami orang orang suku Melayu dan pemimpinnya silih berganti terjerat kasus rasuah.






